Vaksin Bukan Penyebab Penyakit Rika - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Vaksin Bukan Penyebab Penyakit Rika

Vaksin Bukan Penyebab Penyakit Rika

Written By Mang Raka on Kamis, 25 Agustus 2016 | 20.37.00

PLERED, RAKA - Rika Nurcahya Rani Azahra bocah 8 tahun yang tinggal di Kampung Cidangdeur, 07/03 Desa Linggarsari, Kecamatan Plered hanya bisa terbaring lemas. Pelajar yang harusnya duduk di kelas II sekolah dasar ini sudah delapan bulan tidak bisa sekolah. Penyebabnya, kedua kaki mungilnya mendadak lumpuh dan nyeri persendian tulang punggung.
Keluarga sempat menuduh penyakit yang diderita Rika akibat vaksin yang disuntikan oleh petugas imunisasi yang datang ke sekolahnya pada Januari 2016 lalu. Pasalnya, Rika mulai sakit panas beberapa jam setelah diimunisasi. Kondisinya semakin parah hingga akhirnya lumpuh, kedua kakinya kaku tidak bisa berjalan.
Namun anggapan itu terpatahkan oleh diagnosa dokter. Ternyata Rika memiliki riwayat penyakit paru-paru. Dokter rumah sakit yang menangani penyakit Rika memprediksi penyakit itu berasal dari penyakit flek yang sudah diderita Rika sejak balita, namun karena tidak diobati penyakit tersebut kemudian menjalar dan kuman atau bakterinya menggerogoti tubuhnya.
Usut punya usut ternyata Rika lahir dari keluarga kurang mampu. Sejak bayi Rika tinggal dan diurus neneknya. Itu karena kedua orangtua Rika yang belakangan bernama Rina (25), dan Junaedi (30) bercerai sejak usia Rika dua tahun. Sebagian keluarga Rika mengakui jika Rika memang kurang mendapat perhatian dari orangtuanya. "Memang Rika dulu sering sakit-sakitan sejak bayi. Tapi itu biasa dan sembuh," kata Aisyah (50), neneknya saat ditemui kediamanya, kemarin.
Sejak jatuh sakit delapan bulan lalu, kata Aisyah, cucunya sudah berobat ke sejumlah rumah sakit, bahkan juga ke pengobatan arternatif. Namun bukannya sembuh, kondisi Rika semakin memburuk. Yang membuat dirinya sedih, cucunya Rika selalu merengek ingin sekolah. Termasuk saat melihat teman-temanya bermain, Rika selalu ingin ikut bermain, tapi apa daya untuk hanya sekedar duduk pun Rika selalu mengeluh sakit pungung. "Sekarang ya begini, aktivitas sehari-harinya hanya tidur. Kami sudah bingung, kemarin sudah dibawa ke RS Siloam Purwakarta. Di rumah sakit itu Rika dirawat lima hari, tapi karena tidak ada biaya untuk bekal sehari-hari di rumah sakit kami pun pulang. Untuk biaya berobatnya memang sudah gratis," tutur Aisyah.
Namun demikian, Aisyah dan keluarganya saat ini sudah bisa bernafas lega. Kemarin rumahnya didatangi Tim Dinas Kesehatan yang diperintahkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk kembali menjemput cucunya. Rika kemudian dibawa oleh tim tersebut ke RS Siloam dan akhirnya dirujuk ke RS Hasan Sadikin, Bandung.
Kepala Bidang Promosi Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Diskes) Purwakarta dr. Deni Darmawan, yang juga ketua Tim Diskes yang datang menjembut Rika mengatakan, penyakit paru-paru yang diderita Rika sudah ada sejak Rika bayi, tapi karena tidak diobati maka kuman atau bakterinya mejalar dan menjadi parah.
Biasanya penyakit ini akibat penyakit flek yang tidak diobati atau kalau pun diobati mungkin tidak tuntas. Seharusnnya penderita  penyakit flek diobati selama sembilan bulan bahkan hingga satu tahun," ungkap dia.
Namun demikian, pihaknya optimis Rika bisa sembuh dan kembali berkumpul dengan teman-temanya, asalkan pengobatan Rika yang saat ini akan dimulai kembali jangan sampai terputus. Pengobatan penyakit itu akan butuh waktu panjang. Pasalnya penyakitnya sudah masuk stadium lajut yang masuk katagori parah. "Yang terjadi pada pasien Rika ini adalah kerusakan tulang belakang akibat penyakit paru-paru, yang mengakibatkan kelumpuhan pada tungkai kaki kanan. Solusnya ya diobati, tapi harus berlajut dengan waktu cukup lama. Kami pastikan penyakit ini bukan disebabkan dari imunisasi," jelas Deni.
Menurutnya, flek paru-paru atau yang biasa dikenal dengan Tuberkulosis (TB) merupakan sejenis penyakit menular yang dapat mengakibatkan suatu potensi yang fatal yang dapat mempengaruhi setiap bagian tubuh, terutama infeksi paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh adanya infeksi yang ditimbulkan oleh mikroorganisme bakteri yang dikenal dengan basil tuberkel atau Mycobacterium tuberculosis. "Flek paru-paru merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Namun penyakit paru-paru ini dapat diobati atau disembuhkan, serta dapat dicegah dengan penggunaan berbagai obat-obatan tertentu. Untuk penyakit ini seharusnya tidak harus dibiarkan seperti apa yang diderita Rika saat ini," pungkasnya.(gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template