Uu Serobot Basis Dedi Mulyadi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Uu Serobot Basis Dedi Mulyadi

Uu Serobot Basis Dedi Mulyadi

Written By ayah satria on Senin, 01 Agustus 2016 | 17.55.00


PLERED, RAKA- Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, semakin getol mengunjungi Ulama dan Pondok Pesantren jelang pencalonannya sebagai Gubernur Jawa Barat.
Akhir pekan kemarin, Uu mulai menggarap daerah Purwakarta yang merupakan basis dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang juga dikabarkan bakal nyalon gubernur. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini sambangi kiai di Pesantren Minthul Huda di Kecamatan Plered pimpinan KH Wahid. Hadir mendampingi Uu, Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara yang juga ikut menyaksikan peletakan batu pertama asrama Putra Pesantren yang berada di Desa Cibogohilir itu.
Kang Uu, sapaan akrabnya mengatakan, dirinya diundang sebagai Wakil Ketua Umum Himpunan Alumni Miftahul Huda (Hamida) Manonjaya untuk meresmikan pesantren di Plered.
Dalam setiap kelilingnya ke berbagai pesantren, dirinya yang juga barisan keluarga besar pesantren Manonjaya ini selalu memberikan arahannya, agar pesantren dan Kiai tidak anti politik. "Karena sinergitas itu diperlukan, agar pesantren yang mencetak moral anak bangsa bisa di dorong oleh kekuatan Umaro dari hasil politik tersebut," ujarnya.
Terlebih lagi, kata dia, dorongan pemerintah juga berperan dalam mencetak kepribadian yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dan berdaya saing. Mengapa, sambung Uu, dewasa ini banyak pemanfaatan tokoh agama hanya sebatas penggiringan massa saat pemilihan, kemudian ditinggalkan setelah terbentuknya pemerintahan. Alasannya, sebut Uu, lantaran para tokoh agama itu terlalu fanatis anti terhadap politik. "Padahal para kiai dan Ulama bisa berperan besar dan mewarnai sendiri perpolitikan, semuanya bertujuan  mencetak SDM dan kekuatan santri berkompeten dimasa-masa mendatang," kata dia.
Sebab, lanjut dia, tugas ulama antara lain membangun dan jiwa manusia berakhlakul karimah, sementara pemerintah menopang diberbagai tingkatan formalnya, baik desa, kecamatan maupun kabupaten. "Pesantren dan kiai jangan lagi beranggapan bahwa politik itu tabu, sehingga anti politik, karena itu jalan perjuangan, sebabnya sinergitas itu perlu untuk sama-sama menyokong SDM generasi bangsa," ujarnya.
Lebih jauh Uu menambahkan, pondasi utama dalam bernegara adalah Muttaqin, sehingga jika itu dibangun, maka imamul muttaqien (Pemimpin bertakwa) dan ulama al amiliin (Ulama yang mengamalkan ilmunya), akan terwujud jika semuanya bersinergi. Karenanya, ia sarankan pesantren ini harus diperkuat dan maju, bukan saja dalam pembangunan mental dan karakter anak didik santrinya, tetapi juga berwawasan kebangsaannya. "Wadah perjuangan itu adalah dengan mewarnai perpolitikan, karena ada istilah menyatakan bahwa agama akan kuat jika bersama penguasa, Pesantren harus kuat dan maju, jika bersinergi dengan penguasa," pungkasnya.(gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template