Ustad Bawer: Ibu Cellica Kami Juga Warga Ibu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ustad Bawer: Ibu Cellica Kami Juga Warga Ibu

Ustad Bawer: Ibu Cellica Kami Juga Warga Ibu

Written By Mang Raka on Kamis, 11 Agustus 2016 | 16.00.00

*Warga Mulangsari Mengaku Diisolir

PANGKALAN,RAKA - Warga Kampung Nangerang, Dusun Leuwi Simpur, Desa Mulangsari menagih janji bupati soal pembangunan jalan penghubung desa yang dijanjikan saat pilkada Karawang beberapa waktu lalu.

Sebelumnya sudah beberapa kali pemda melakukan pengukuran jalan di desa tersebut, namun sekarang tak ada tindak lanjutnya. Padahal warga berharap bisa secepatnya ada pembangunan jalan sehimgga laju perekonomian di wilayah tersebut bisa sama dengan wilayah lainnya. Selain menjadi perbatasan pemerintahan kecamatan, Kampung Nangerang juga seperti dibiarkan terbelakang.
Sejumlah infrastruktur umum seperti jalan, penerangan jalan umum (PJU), saluran air serta penunjang pendidikan pun tertinggal. Sehingga masyarakat pun mengharapkan pemerintah bisa mewujudkan pembangunan beberapa fasilitas umum yang masih tertinggal. Rohimah (40) warga Kampung Nangerang, Rabu (10/8) mengatakan untuk berangkat berobat pun warga sekitar selain jauh dari tempat kesehatan juga jalan yang dimilikipun menjadi pemicu terhambatnya pertolongan pertama. Itupun yang dirasakan oleh salah seorang tetangganya yang mengalami jatuh sakit yang terhambat karena jalan menjadi licin ketika hujan datang.
“Kebetulan tetangga saya terkena ambeien, dan kondisinya sampai repot ketika terasa sakitnya maksud dari tetangga yang datang mau membawanya ke dokter. Namun hal itu urung dilakukan karena jalan menjadi licin, sehingga tetangga saya harus menahan sakit sampai pagi hari. Kalau saja jalan bagus mungkin malam itu juga warga akan bisa secepatnya di sembuhkan dan di bawa ke dokter," katanya.
Karenanya, Rohimah berharap pemerintah bisa membangun jalan lebih baik agar jika warga ada sesuatu yang penting bisa secepatnya bergerak tanpa terhambat oleh keberadaan jalan yang rusak.  Begitu pun Sukendar (34) pemilik warung kelontong yang ada satu - satunya  di wilayah tersebut. Katanya, jalan yang dimiliki oleh wilayahnya bisa diperbaiki.
"Memang pernah diukur bahkan kalau dihitung sampai lima kalinya diukur jalannya. Saya tidak tanya darimana, namun semua orang yang datang seperti pegawai negeri sipil karena terlihat memakai baju coklat pegawai. Parahnya di kampung kami lengkap penderitaannya. Selain jalan yang rusak juga fasilitas lainnya seperti PJU, saluran air pun kondisinya tidak pernah diperbaiki. Entah sampai kapan, warga disini berharap sekali jalan kami menjadi lebih baik," ucapnya.
Tokoh masyarakat setempat, Ustad Bawer yang dikenal dengan sapaan Ustad Jagal (55) menjelaskan, warga disana seperti patah arang dan menganggap perubahan apapun hanya mimpi. Padahal warga yang ada sekitar 300 Kepala Keluarga dan memiliki jiwa usik sekitar 642 orang. “Pedagang yang lalulalang pun seperti enggan masuk ke wilayah kami, terlebih saat masuki musim hujan karena jalan berlumpur dan kotor. Maka bisa dibayangkan kebutuhan masyarakat disini pun jadi tidak terpenuhi. Karenanya saya memohon kepada Ibu Cellica bisa mendengarkan kami, karena kami pun menjadi bagian dari warga ibu," tandas Ustad Bawer. (yfn)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. KAMI BUTUH BUKTI BUKAN JANJI,100 HARI KERJA YA MANA..? SAMPE SEKARANG BELUM ADA TINDAK LANJUTI TUH PERBAIKAN JALAN DI DUSUN:GENTENG, KELURAHAN:TALUNJAYA, KECAMATAN:BANYUSARI.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template