Tersengat Jebakan Tikus, Mr X Mati di Sawah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tersengat Jebakan Tikus, Mr X Mati di Sawah

Tersengat Jebakan Tikus, Mr X Mati di Sawah

Written By Mang Raka on Senin, 22 Agustus 2016 | 18.55.00

BANYUSARI, RAKA - Jebakan tikus berlistrik yang dipasang petani di sawah kembali memakan korban. Kali ini terjadi di Dusun Babakan, Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari.
Tragedi nahas itu baru diketahui saat warga Dusun Babakan menemukan sesosok mayat laki-laki, yang tergeletak di pinggir sawah milik salah satu warga desa setempat, Sabtu (20/8) sore. Mayat laki-laki tanpa identitas atau Mr X tersebut, diduga tewas akibat tersengat jebakan pembasmi hama tikus yang sengaja dipasang di area persawahan.
Kasi Trantib Desa Gembongan, Ade Mulyana mengatakan, tidak ada yang tahu secara detil bagaimana asal mula kejadian tersebut. Pasalnya, saat ditemukan warga sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi korban sudah terbujur kaku di pinggir sawah. "Mayatnya diperkirakan meninggal sekitar tengah hari. Baru ditemukan sore pukul 15.00 WIB," ujar Ade kepada Radar Karawang, Minggu (21/8).
Setelah mendapat kabar ada yang meninggal di tengah sawah, kata Ade, aparat desa langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). "Polisi juga langsung turun ke TKP. Lalu korban dibawa ke balai Dusun Babakan RT 02/02 Desa Gembongan," tambahnya.
Ia melanjutkan, hasil identifikasi kepolisian, korban meninggal akibat tersengat listrik. Tetapi sampai saat ini identitas korban belum diketahui. "Gak ada kartu identitasnya. Katanya mau diperiksa sidik jarinya," tuturnya.
Ditanya upaya pemerintah desa melarang jebakan tikus dengan listrik, pihaknya selalu menghimbau kepada para petani agar tidak memasang listrik di sawah. Karena sangat berbahaya untuk keselamatan banyak orang. "Itu sebenarnya tidak boleh. Tapi petani tetap banyak yang memasang listrik pakai genset, atau menyambung ke saluran listrik PLN," ujarnya.
Sekcam Banyusari Baehaqi menambahkan, korban diperkirakan bukan warga Gembongan atau Banyusari, karena tidak ada warga yang mengenalnya. "Tapi infonya sebelum korban ditemukan meninggal, banyak warga yang melihatnya keliling kampung," ujarnya.
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Banyusari, Nana Kuswana SP menghimbau agar para petani tidak memasang listrik di sawah. Meski tujuannya untuk membasmi tikus, tetapi sangat berbahaya bagi para petani dan masyarakat. "Petani harus hati-hati. Harus selalu siap siaga. Dan jangan memasang listrik karena sangat berbahaya. Apalagi itukan tegangan tinggi," ujarnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template