Tangan Dingin Sutami Berbuah Pupuk di Cikampek - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tangan Dingin Sutami Berbuah Pupuk di Cikampek

Tangan Dingin Sutami Berbuah Pupuk di Cikampek

Written By Mang Raka on Selasa, 16 Agustus 2016 | 12.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Pada awal tahun 70-an, pemerintah telah menempatkan beberapa program pembangunan. Salah satunya adalah proyek pupuk nasional. Awalnya proyek pupuk nasional dikelola oleh Pertamina. Tetapi dalam perjalanannya proyek pupuk nasional dialihkan dari Pertamina ke Departemen Perindustrian, yang saat itu dipimpin oleh M.Yusuf.
A Salmon Mustofa, sebagai Direktur Industri Kimia pada Departemen Perindustrian, ditugaskan menggarap salah satu program pupuk nasional yang harus dibangun di Jawa Barat. Pada tanggal 9 Juni 1975, PT Pupuk Kujang resmi berdiri, dengan jajaran direksi A Salmon Mustafa sebagai Direktur Utama, Didi Suwardi sebagai Direktur Teknik, Sukarwandi sebagai Direktur Keuangan, Lucky Anwar sebagai Direktur Umum. Tetapi posisi Lucky Anwar digantikan oleh Yunus Johor seorang perwira militer. Karena Lucky meninggal dunia.
"Mereka bekerja dengan beberapa orang stafnya untuk segera menyelesaikan proyek pupuk tersebut," ujar Superintendent Informasi dan Komunikasi Departemen Humas PT Pupuk Kujang, Indra Gunawan kepada Radar Karawang, Jumat (12/8).
Pendirian perusahaan telah dilakukan, berbagai keputusan telah jelas dipegang, maka penentuan lokasi pabrik yang dirasa sangat penting, segera ditentukan oleh Sutami yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Menteri Pertanian ad Interim.
Dengan petunjuk yang diberikannya, bahwa perusahaan tidak boleh dibangun sebelah utara rel kereta api karena merupakan daerah pesawahan dan pabrik, harus diusahakan dibangun di daerah hijau di peta, serta dekat dengan bahan baku. Atas dasar kedua hal itu, dilakukan survey ke daerah yang dimungkinkan menjadi lokasi pabrik. Kemudian ditemukanlah Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek yang dinilai sangat tepat sebagai lokasi pabrik PT Pupuk Kujang.
Selain sesuai dengan saran yang diberikan oleh Sutami, di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek juga sangat didukung oleh beberapa faktor lainnya yang juga sangat menentukan, diantaranya kedekatan sumber bahan baku khususnya air baku, mudahnya mobilisasi serta distribusi produk dalam menjangkau daerah tujuan, karena dekat dengan jalan raya dan jalan kereta api, serta dekat dengan konsumen atau petani.
"Terlebih berada di Kabupaten Karawang dimana sangat populer dengan lumbung padinya," ucapnya.
Adapun sumber pendanaan pada awal didirikannya pabrik adalah dari pinjaman pemerintah Iran, untuk biaya valuta asing sebesar US$ 200 juta, dengan perjanjian bahwa pemberian pinjaman tersebut dilakukan melalui dua tahap (Two step loan) yaitu G to G loan, dari pemerintah Kerajaan Iran kepada Pemerintah Indonesia, serta Pemerintah Indonesia kepada PT Pupuk Kujang. Selain itu sumber pendanaan juga diperoleh dari pemerintah sebesar US$ 60 juta, yang merupakan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Indonesia. "Kegiatan produksi sebagai realisasi pembangunan pabrik dilakukan sejak tahun 1976 hingga tahun 1978," ucapnya.
Pembangunan pabrik Pupuk Kujang pertama yang kemudian diberi nama Pabrik Kujang 1A, dengan lama waktu pembangunan selama 36 bulan, dengan kapasitas produksi 570.000 ton/tahun urea dan 330.000 ton/tahun amoniak, pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor utama Kellogg Overseas Corporation dari Amerika dan Toyo Engineering Corporation dari Jepang.
Mobilisasi peralatan berat menjadi tontonan masyarakat sepanjang jalan Cilamaya-Cikampek, setiap kali dilakukan pengangkutan peralatan menggunakan kendaraan besar. Karena alat berat diturunkan di daerah Cilamaya melalui jalur laut. "Akhirnya kerja keras tim dan pihak yang mendukung membuahkan hasil, dengan dilakukan produksi perdana butiran urea pada tanggal 7 November 1978. Dan pada tanggal 12 Desember 1978, dilakukan peresmian pabrik oleh Presiden Republik Indonesia. Kemudian dinyatakan mulai produksi komersial pada tanggal 1 april 1979," ujarnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template