Tanding Voli Antar Guru Nyaris Ricuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tanding Voli Antar Guru Nyaris Ricuh

Tanding Voli Antar Guru Nyaris Ricuh

Written By Mang Raka on Kamis, 04 Agustus 2016 | 12.00.00

-Daripada Ribut Lebih Baik Dibubarkan

LEMAHABANG, RAKA - Baru masuk semi final, turnamen bola voli antarguru pada Jumat pekan kemarin dibubarkan oleh Kepala UPTD PAUD/SD Kecamatan Lemahabang. Penyebabnya, suporter tim voli Lemahabang yang menghadapi tim dari Kecamatan Tirtamulya sempat gontok-gontokan gara-gara syarat atlet yang memicu kontroversi.
Khawatir merucak citra guru sebagai tenaga pendidik dan demi keamanan karena takut berbuntut panjang, Kepala UPTD PAUD/SD Lemahabang Rusta Anazela langsung berinisiatif membubarkan pertandingan.
Dikonfirmasi alasan pembubaran pertandingan Lemahabang vs Tirtamulya, Rusta Anzela membenarkan bahwa semua itu atas dasar keamanan dan situasi yang tidak kondusif saat pertandingan berlangsung. Ia menyarankan panitia agar pertandingan itu segera dihentikan walaupun konsekwensinya Lemahabang terpaksa gugur akibat hal ini.
Utok begitu dia disapa, berpendapat jika sampai terjadi gesekan, maka citra guru sebagai figur pendidik akan rusak. Baik yang menjadi atlet maupun suporter. Apalagi sampai menyinggung pengkotak-kotakan antara honorer dan PNS. Dirinya bukan dalam kapasitas menyalahkan satu atau dua pihak soal pemicu gesekan saat pertandingan, tapi lebih pada situasi keamanan yang memang memaksa harus dihentikan saat itu juga.
Terlepas diterima atau tidak, yang jelas celah kesalahan apapun yang dilakukan saat pertandingan, entah persoalan status keabsahan atlet, memanasnya suporter atau tidak netralnya panitia dirinya tidak ambil pusing, karena solusi saat itu yang terbaik adalah menghentikannya. "Hanya demi keamanan, saya saat itu menyarankan agar panitia menghentikannya. Tidak baik citra guru ada gesekan antarsesama profesi, baik honorer maupun PNS sekalipun," jelas dia.
Diakui Utok, Lemahabang memang kaya potensi voli baik murid maupun guru-gurunya sekalipun. Bahkan guru yang menjadi suporter dari Lemahabang terbilang ikon kemeriahan. Atlet juga sebut Utok, idealnya bersikap profesional dalam kompetisi untuk menjalin keakraban selama pertandingan antarsesama profesi. Terlepas saling ejek suporter atau profesionalitas pemain,  semuanya harus dikembalikan pada tujuan semula, yaitu bahwa kompetisi guru adalah wahana menjalin kebersamaan antar guru. Tidak penting hadiah sebesar apapun yang dihasilkan dalam kompetisi, tapi kebersamaan, partisipasi dan toleransi untuk memeriahkan acara adalah instrumen terpenting dalam sebuah pertandingan. "Terlepas soal saling ejek suporter atau lainnya gesekan itu terjadi, yang jelas harus clear kembali bahwa tujuan utama kompetisi adalah partisipasi dan kebersamaannya, bukan seberapa besar hadiahnya," kata dia.
Informasi yang diperoleh RAKA, pertandingan semi final voli antarguru di Stadion Singaperbangsa, sempat diwarnai ketegangan saat tim Lemahabang saat menghadapi tim Tirtamulya. Disebut-sebut kondisi antarsuporter sempat memanas hingga meletupkan perkataan saling ejek hingga menyinggung pemain soal statusnya kepegawaian. Diduga tidak menerima ejekan, sejurus kemudian salah seorang pemain dengan suporter sempat beristegang hingga membuat situasi pertandingan semakin mencekam. Guna meredam situasi, UPTD PAUD/SD Lemahabang, langsung meminta panitia menghentikan pertandingan sampai akhirnya Tirtamulya dan Lemahabang didiskualifikasi. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template