Suhu Mekkah 50 Derajat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Suhu Mekkah 50 Derajat

Suhu Mekkah 50 Derajat

Written By Mang Raka on Senin, 08 Agustus 2016 | 16.47.00

-Calon Haji Cikampek Diminta Jaga Stamina

CIKAMPEK, RAKA - Calon jemaah haji asal Cikampek diminta menjaga stamina selama menjalankan ibadah haji. Pasalnya, pada bulan Agustus hingga September, cuaca di Mekkah dan Madinah mencapai 50-55 derajat celcius.
Direktur Pelayanan Haji (Diryanhaj) Luar Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sri Ilham Lubis menyatakan, salah satu layanan baru di Madinah adalah pemberian air minum kepada jamaah setiba di kamar hotel. Air minum itu cukup dibutuhkan mengingat jamaah memiliki waktu sangat terbatas untuk berbelanja. Selain itu, jamaah baru tiba dari perjalanan dari bandara ke hotel.
Sri menuturkan, seluruh jamaah haji gelombang pertama bakal mendarat di Madinah. Setelah melewati proses imigrasi di bandara Madinah, jamaah langsung masuk bus menuju hotel masing-masing. Dia menegaskan, ada 103 unit hotel yang bakal ditempati jamaah selama di Madinah. Seluruhnya berada di wilayah markaziyah atau 600 meter dari Masjid Nabawi. "Setelah di hotel, akan kami pisah antara jamaah perempuan dan laki-laki," tuturnya.
Selain air minum, jamaah akan mendapat jamuan selamat datang dari pihak hotel dan katering yang sudah ditetapkan. Supaya tidak berebut, makanan diberikan kepada masing-masing ketua rombongan. Diprediksi, cuaca di Mekkah dan Madinah saat musim haji nanti cukup panas. Yakni, 50–55 derajat celsius pada Agustus–September nanti.
Untuk mengantisipasi cuaca panas itu, Sri meminta jamaah mengurangi kegiatan yang tidak perlu di luar hotel. Khususnya jamaah manula dan yang membawa penyakit kronis dari tanah air. Selama di Madinah, jamaah akan menjalani salat 40 waktu (arbain). Sri menuturkan, setelah salat lima waktu, jamaah sebaiknya kembali ke hotel untuk beristirahat. "Apalagi jarak hotel dengan Masjid Nabawi tidak terlalu jauh," katanya.
Pengalaman selama ini, banyak jamaah yang berlama-lama di Masjid Nabawi untuk sekaligus melakukan beberapa salat lima waktu. Misalnya, selama Duhur sampai Asar. Setelah itu, mereka pulang dan ke masjid kembali saat salat Magrib yang dilanjutkan salat Isya. Sri menyatakan, jamaah dan pembimbing diharapkan bisa mengatur waktu serta menghemat tenaga.
Sebab, kata dia, puncak ibadah haji bagi jamaah gelombang pertama itu masih lama. Setelah berada di Madinah selama delapan hari, mereka menempuh perjalanan panjang menuju Kota Makkah. Panjang perjalanan dari Madinah ke Mekkah tersebut mencapai 600 km dengan waktu tempuh 5–6 jam. Setiba di Makkah, jamaah mulai beribadah di Masjidilharam dan puncaknya di Armina. "Jangan sampai ada yang sakit karena kelelahan selama berada di Madinah," tuturnya. (psn/jp)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template