SMPN 1 Telagasari Rujukan Nasional - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SMPN 1 Telagasari Rujukan Nasional

SMPN 1 Telagasari Rujukan Nasional

Written By Mang Raka on Jumat, 05 Agustus 2016 | 13.30.00

TELAGASARI, RAKA - Tiga SMP Negeri di Karawang menjadi sampel penilaian yang matang dari salah satu Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Yaitu SMPN 1 Klari, SMPN 1 Telagasari dan SMPN 1 Karawang Barat sejak Februari lalu.
Penilaian yang dilakukan pemerintah pusat di tiap-tiap kabupaten tersebut, SMPN 1 Telagasari menjadi satu-satunya sekolah yang dianggap layak dan mewakili Karawang sebagai rujukan nasional untuk menyempurnakan standar sampai 2020 mendatang. Rencananya, kepala SMP yang sudah mengantongi SK Menteri sebagai rujukan nasional ini, akan ikuti seminar dan penandatangan Mou pada 8 Agustus mendatang di Daerah Istimewa Yogjakarta.
Wakasek SMPN 1 Telagasari, Aep Syaefudin S.pd mengatakan entah apa yang menjadi penilaiannya, namun dari 3 SMP, justru  SMPN 1 Telagasari yang dijadikan pemerintah pusat sebagai SMP rujukan nasional di Karawang. Sehingga SMP yang berlokasi di Desa Talagamulya ini menjadi contoh dan rujukan utama bagi ratusan SMP Negeri dan swasta di Karawang. Konon katanya, SMPN 1 Telagasari ini dianggap memenuhi 8 indikator pendidikan yang sebagian dimiliki sekolah lainnya, seperti Standar Kompetensi lulusan, standar Isi, standar proses, penilaian, pembiayaan, pengelolaan, sarana prasarana dan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Setidaknya memang, sebut Aep, para guru di SMP ini langsung termotivasi harus terbaik di Karawang termasuk para siswanya, namun label "rujukan nasional" itu juga menjadi beban tersendiri bagi sekolah yang sebenarnya tidak semua standarnya sesempurna yang dibayangkan. "SK menteri atas sekolah kami ini satu sisi memang membanggakan, tapi juga menjadi beban tersendiri karena standar yang kami miliki tidak sesempurna yang dibayangkan," ungkap dia.
Pria asal Pasirtalaga ini menambahkan, beban untuk memenuhi kategori rujukan itu antara lain, sekolah harus memiliki 80 persen guru PNS, TU yang bergelar D3 dan pengelola perpusatakaan yang juga harus S1 perpusatakaan disamping juga pembiayaan yang akan membengkak untuk menyukseskan istilah rujukan nasional ini.
Sebut saja SMK yang menjadi rujukan, menyempurnakannya sampai 2020 saja butuh pendanaan sampai Rp 17 miliar. Persoalannya beban ini akan dirasa ringan jika ada partisipasi orangtua/wali murid juga terjalin dengan baik. Karena SMP juga setidaknya butuh Rp 5 Miliar untuk program ini, disamping juga harus ditopang APBD yang kiranya mendapat perhatian khusus. Sebab, jika tidak terpenuhi, bisa saja SMPN 1 Telagasari ini angkat bendera menyatakan ketidaksanggupan melaksanakan SK Menteri Pendidikan. Namun tapi konsekwensinya justru fatal dan beresiko. "Kalau kita tidak menyanggupi SK karena masih kurang sempurna, bisa saja kita kembalikan, tapi sangat beresiko, bisa-bisa kita di blacklist dari daftar sekolah," jelas dia.
Lebih jauh Aep menambahkan, 8 Agustus ini, kepala sekolah akan berangkat ke Jogjakarta untuk mengikuti bintek dan mendandatangani Mou sekaligus menerima stimulan Rp 75 juta pertahun. Ia berharap, kedepan sarana prasarana di SMP yang akan menggelar Ujian Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini bisa sempurna dan lengkap. Di samping dinas dan sekolah juga memikirkan solusinya agar sekolah rujukan nasional yang sukses menggelar Kurtilas 2 tahun terakhir ini, bisa benar-benar layak disebut sekolah contoh bagi SMP lainnya. "Semoga kepercayaan ini bisa sukses digelar dan benar-benar layak menyandang sekolah teladan bagi SMP lainnya," harap dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template