Serapan Anggaran Jeblok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Serapan Anggaran Jeblok

Serapan Anggaran Jeblok

Written By Mang Raka on Senin, 15 Agustus 2016 | 17.58.00

-Pengawasan Dewan Lemah

KARAWANG, RAKA - Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang 2016 mengkhawatirkan. Sebab, hingga semester I atau bulan Juli penyerapan baru mencapai 34,06 persen dari total APBD senilai Rp 4,1 triliun.
Direktur Center For Budget Analysis Ucok Sky Kadafy mengatakan, lemahnya pengawasan anggota dewan, menjadi salah satu penyebab minimnya serapan anggaran. "Dewan tidak mau menggunakan instrumennya untuk melakukan pengawasan. Ditambah minimnya kapasitas dewan. Dampaknya realisasi anggaran semau-maunya eksekutif," kata Ucok kepada Radar Karawang, Minggu (14/8) kemarin.
Persoalan lainnya, kata Ucok, para anggota dewan seolah hanya mementingkan anggaran untuk lembaganya saja. Sedangkan anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan rakyat, dianggap angin lalu. "Artinya yang dipikirkan dewan hanya duit. Dan mereka malas melakukan pengawasan," ujarnya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karawang Elievia Khrissiana mengatakan, pihaknya sudah sering mengingatkan kepada semua dinas dan instansi saat digelar hearing, untuk memaksimalkan kinerja agar bisa mengoptimalkan serapan anggaran. Pasalnya, serapan anggaran pada semester 1 masih jauh dari 50 persen, yakni baru 34,06 persen. "Jangan sampai ada perubahan SOTK (Susunan Organisasi Tata Kerja) dan mutasi, menghambat kinerja PNS di lingkungan Pemkab Karawang," katanya.
Ia melanjutkan, kebiasaan kebut-kebutan menyerap anggaran menjelang akhir tahun harus disudahi. Sebab, selain berimplikasi terhadap lambannya dinamika perekonomian masyarakat, hal itu sangat berpotensi terjadinya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang melonjak tinggi. "APBD Karawang itu tinggi sebesar Rp 4,1 triliun, dan itu harus bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Elievia juga mengimbau kepada seluruh OPD, agar tetap memperhatikan kualitas pekerjaan yang akan dilaksanakan. Jangan karena mengejar percepatan pelaksanaan, kualitas pekerjaan justru kurang diperhatikan. "Ini yang tidak benar, bagaimanapun kualitas dan ketepatan waktu itu yang utama," tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Hambali mengatakan, realisasi serapan anggaran untuk belanja langsung baru mencapai 34,06 persen, dan belanja tidak langsung 49,22 persen.(dri)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template