Seleksi Kepala SD Negeri Diragukan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Seleksi Kepala SD Negeri Diragukan

Seleksi Kepala SD Negeri Diragukan

Written By ayah satria on Senin, 01 Agustus 2016 | 17.57.00

KARAWANG, RAKA - Penyeleksian kepala sekolah sudah selesai dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga (Disdikpora) Karawang. Termasuk untuk tingkat kepala sekolah dasar. Namun demikian, permasalahan justru muncul belakangan.
Salah satu sumber mengatakan, ada indikasi ketidaksesuaian golongan yang menjadi syarat PNS untuk bisa mengikuti seleksi jabatan kepala sekolah. Dimana kata sumber di lingkungan Disdikpora, dari sekian yang lolos hasil seleksi di lingkungan UPTD Paud/SD Batujaya, ada sekitar 4 calon kepala sekolah yang dinyatakan lolos namun baru golongan 3B. "Ini jelas tidak sesuai dengan juknis yang mensyaratkan calon kepala sekolah bisa diangkat menjadi kepala sekolah. Karena berdasrkan juknis saja, untuk bisa menjadi kepala sekolah harus sudah golongan 3C," ungkapnya kepada Radar Karawang, Minggu (31/7).
Dikatakannya, saat ini di UPTD Paud/SD Batujaya memang kekurangan golongan yang bisa menjadi kepala sekolah. Dengan pertimbangan tidak mau diambil oleh di luar Batujaya, pemaksaan untuk mengangkat golongan 3B menjadi kepala sekolah akhirnya dilakukan. "Karena takut diisi dari luar UPTD Batujaya, makanya 4 orang yang belum memenuhi syarat golongan dipaksa untuk menjadi kepala sekolah. Dengan sebelumnya dipintai duit sebesar Rp 1 juta untuk pembuatan Penilaian Angka Kredit (PAK) yang menjadi syarat dalam kenaikan pangkat golongan. Jadi meski memiliki PAK, karena yang bersangkutan masih golongan 3B dan belum mendapat SK kenaikan golongan, tetap melanggar aturan," bebernya.
Dikatakannya, pembuatan PAK merupakan siasat agar seolah memenuhi syarat menjadi kepala sekolah. Padahal hanya akal-akalan panitia, yang saat ini diserahkan kepada setiap UPTD. "Saya yakin Disdikpora hanya menerima hasil dari seleksi panitia di UPTD Batujaya. Sehingga kecurangan yang disiasati panitia bisa saja tidak diketahui, tapi untuk PAK memang diketahui BKD," jelasnya.
Ditambahkan sumber, selain permasalahan golongan, pengangkatan kepala sekolah yang baru saja dilewati, terdapat banyak persoalan, termasuk ada penilaian guru yang di lapangan tidak bisa megoperasikan komputer. "Tapi nilai IT 100 persen. Ini kan aneh, dan gampang jika ditelusuri. "Banyak persoalan, belum pungutan duit, kriteria dan penilaian terkadang tidak menjadi objektifitas," ungkapnya.
Kabid Pengadaan dan Data Pegawai Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Karawang Taufik Maulana mengakui kalau untuk di BKD sudah clear. Dan kemungkinan untuk ikut terlibat dalam pembuatan pak itu tidak diranah BKD. "Saya bukan membela BKD, tapi saya jamin di BKD sudah clear. Mungkin di luar BKD, jika memang ada pembuatan PAK yang menjadi dasar atas pengangkatan menjadi kepala sekolah meski golongan masih 3B," ungkapnya saat dihubungi Radar Karawang.
Ditegaskan Taufik, terkait golongan 3B bisa menjadi kepala sekolah, itu melanggar aturan. "Tidak bisa atuh kang, masa 3B bisa menjadi kepala sekolah," jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Paud/SD Batujaya Sahdi belum memberikan tanggapan. Saat ditelepon dalam, terdengar nada telepon sedang dialihkan. Begitupun saat dikirimi pesan singkat, hingga berita ditulis belum membalasnya. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template