Sekolah Tertua di Tegalwaru - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Sekolah Tertua di Tegalwaru

Sekolah Tertua di Tegalwaru

Written By Mang Raka on Selasa, 16 Agustus 2016 | 14.00.00

TEGALWARU,RAKA - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Pangkalan di Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana, ternyata sebagai sekolah pertama di Kecamatan Pangkalan yang menjadi saksi bisu pendidikan pertama di Wilayah Karawang Selatan.

Berdirinya sekolah tersebut dilatari oleh tidak adanya sekolah formal di wilayah tersebut, hingga para tokoh masyarakat yang tengah mencari ilmu pendidikan Islam di wilayah Kabupaten Cianjur pun tergerak mendirikan sekolah tersebut. Berdirinya MIN Pangkalan pada 1942, sebelum Indonesia terlepas dari belenggu penjajah pada masa pendudukan Belanda saat Agresi II. Ketika itu para tokoh agama setempat tengah mencari ilmu agama Islam di wilayah Kabupaten Cianjur dan karena sudah merasa cukup maka mereka pun membangun sekolah Madrasah yang berharap selain sekolah pun siswa pun menjadi santri di beberapa pesantren yang ada di Karawang selatan.
Beberapa tokoh masyarakat, selain pengajar pengajian juga sebagai pendiri sekolah itu. Seperti KH.Fahrudin dan biasa disebut Ajengan Mama Ibrohim dari Cimande, Sukabumi. Setelah meninggal dunia maka perjalanan pendirian sekolah pun dilanjutkan oleh Apih Enus (Muhamad Yunus ), Ustad Fahrudin, Amil Ust.Jumri dan Ustad Bustomi serta Ustad Muhtar Ajiz. Dulu sekolah memiliki 3 lokal dan terbuat dari bilik bambu. Siswa pun terdiri dari kelas 0 sampai kelas 9.
Menurut sejumlah sumber, tanah sekolah itu merupakan pemberian sesepuh Kampung Cipeuteuy yang merupakan leluhur kampung itu yakni Ki Kodon (almarhum) dan Ki Udi(almarhum ) yang juga sebagai salah satu pengagas berdirinya sekolah itu. Bahkan siswa yang bersekolah bukan dari warga sekitar, tetapi juga dari beberapa kabupaten, seperti Bogor, Cianjur, Bekasi, Purwakarta, Subang dan Banten. Sebelum menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri dulu nama sekolah yaitu Al khoeriyah dan masuk dalam administratif Kecamatan Pangkalan Desa Wargasertra.
Salah satu saksi yang menjadi narasumbernya yaitu Ki Jaja (74) Menceritakan dirinya menjadi siswa di sekolah itu selama 9 tahun. Banyak siswa yang bersekolah di sekolah itu yang bukan saja berasal dari wilayah satu kecamatan yang sama, melainkan dari beberapa wilayah yang berbeda. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template