SDN Pisangsambo Berdiri Tahun 1912 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SDN Pisangsambo Berdiri Tahun 1912

SDN Pisangsambo Berdiri Tahun 1912

Written By Mang Raka on Selasa, 16 Agustus 2016 | 14.00.00

- Sejumlah Benda Tua Masih Dirawat

Banyak persepsi mengenai sekolah tertua di Kabupaten Karawang. Namun, berdasarkan penelusuran Radar Karawang, mengarah pada salah satu sekolah dasar di Kecamatan Tirtajaya, yaitu SDN Pisangsambo 1. Sekolah ini, disinyalir dibangun pada 1912 dan hingga kini masih aktif dan bangunannya masih terawat.
Komite SDN 1 Pisangsambo, sekaligus menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Tirtajaya, Cartono M.Pd menceritakan, bahwa bangunan yang terdiri dari 3 kelas tersebut merupakan peninggalan dari pemerintahan Belanda pada saat zaman dulu. Dimana, kata dia, pada saat itu hanya anak bangsawan atau terpandang yang bisa mengenyam dunia pendidikan. Entah kenapa, namun menurut para tokoh yang mngetahui sejarah terdahulu menyampaikan kepadanya, bahwa saat pemerintahan Belanda menguasai  Indonesia, ternyata bukan hanya wilayah saja yang mereka rampas dari negara yang akan kaya alam ini. Melainkan mulai dari pendidikan yang tidak seimbang dan adil membuat masyarakat Indonesia luput dari pengetahuan. "Adanya bangunan sekolah peninggalan pemerintahan Belanda ini, dibangun pada tahun 1912 sebelum kemerdekaan, jadi pendidikan sekolah dasar pertama yang ada di Karawang yang hanya sekolah ini," katanya.
Dia menjelaskan, meski bangunan sudah terlihat tua, namun masih terlihat kokoh dan kuat. Karena, kata dia, bahwa bangunan terdahulu terbuat dari bahan kayu yang sangat tahan lama. Dengan terbuat dari bahan kayu jati bangunan tersebut sampai saat ini masih tetap berdiri bersampingan dengan bangunan SDN 1 Pisangsambo. "Bangunannya kuat sampai saat ini aja masih berdiri padahal belum melakukan renovasi sama sekali," tuturnya.
Mulai dari bangunan kelas, bangku dan meja sekolah serta lemari berkas dari peninggalan pemerintahan Belanda, belum sama sekali dilakukan pemindahan ataupun perubahan bangunan. Karana menurut dia hal tersebut sengaja dilakukan agar tidak mengurangi nilai sejarah zaman dahulu dan melestarikan peninggalan yang bersejarah. Maka tak heran jika sampai saat ini puluhan kepala sekolah yang sudah menjabat menjadi kepala sekolah di sekolah tersebut, tidak melakukan perubahan atas bangunan itu. "Dari dulu sengaja tidak diganti ataupun diubah, dibiarkan sepert itu saja dari dulu," ungkapnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template