Ratusan Warga Hidup dengan Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ratusan Warga Hidup dengan Sampah

Ratusan Warga Hidup dengan Sampah

Written By Mang Raka on Kamis, 25 Agustus 2016 | 20.41.00

-Pesisir Pantai tak Punya TPS

PEDES, RAKA - Sampai detik ini persoalan sampah masih jadi problematika tak kunjung terselesaikan. Minimnya pengawasan dan fasilitas penampungan sampah menjadi faktor utama bermunculannya titik-titik tumpukan sampah di Karawang.
Ratusan lebih warga Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes bertahun-tahun terpaksa tinggal berdampingan dengan sampah. Kondisi tersebut terpaksa dialami oleh warga akibat kurangnya kepedulian pemerintah Karawang terkait permasalahan sampah di pesisir pantai Utara Karawang. Warga juga banyak mengeluh dengan adanya tumpukan sampah tersebut, sampah menimbulkan bau tidak sedap. serta banyaknya lalat yang mengerubungi sampah membuat warga khawatir akan kesehatan mereka.
Sampah sampah yang terbawa arus air sungai dan terseret gelombang laut kepinggir pantai, mengakibatkan penumpukan sampah di sekitar perairan muara yang berada di wilayah pesisir utara Karawang. Sampah yang berserakan di wilayah tersebut, bukan hanya  sampah rumah tangga saja, melainkan sampah tersebut berasal dari hulu sungai terbawa hingga hilir. "Penumpukan sampah sudah di pastikan akan menimbulkan kendala yang sangat serius, baik pencemaran lingkungan, keindahan alam bahkan yang lebih dikhawatrikan lagi oleh masyarakat sekitar masalah kesehatan masyarakat di wilayah tersebut terancam," ungkap Aziz pemerhati lingkungan Kecamatan Pedes.
Seperti diungkapkan, salah seorang warga Desa Sungaibuntu, Rudiansyah (40), dirinya mengatakan sudah terbiasa dengan lingkungan seperti itu, tetapi dia juga sadar dengan menumpuknya sampah di tempat tinggalnya, kesehatan dirinya secara tidak langsung akan terancam. "Tidak adanya perhatian serius mengakibatkan warga disini terpaksa hidup bedampingan dengan sampah," tutur Rudiat, kepada RAKA.
Dikatakannya, tidak sekali dirinya beserta warga lainnya melakukan kerja bakti dengan cara manual, untuk mengurangi volume sampah yang kerap kali mengotori tempat tinggalnya itu. Namun, kata dia, hal tersebut tidak bisa berjalan maksimal, karena baru beberapa hari dibersihkan sampah sudah mulai kembali lagi memenuhi pemukimannya. "Dan lagi disini tidak ada tempat pembuangan sampah untuk menampung tumpukan sampah itu, adapun pembakaran sampah itu hanya bersifat sementara," pungkasnya.(fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template