Ratih Lima Tahun Menderita Tumor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Ratih Lima Tahun Menderita Tumor

Ratih Lima Tahun Menderita Tumor

Written By Mang Raka on Selasa, 09 Agustus 2016 | 12.00.00

-Baru Bisa Dioperasi Kemarin

LEMAHABANG, RAKA - Ratih Purwasih (23), Warga Dusun Sentul II RT 01/02 Desa Pulojaya menderita tumor ganas sejak 5 tahun terakhir. Tiga tahun lalu, Ratih sempat dikorankan hingga memicu reaksi pegawai desa ngencleng untuk membiayai pengobatannya, bahkan di sela-sela TMMD Dandim di Pulojaya, Cellica yang saat itu masih berstatus Plt, sempat menjanjikan pengobatan Ratih yang masuk kategori keluarga miskin ini. Namun, sampai tumornya semakin mengganas hingga sebesar galon air mineral di perut, Ratih masih terkulai lemas tanpa bantuan.
Beruntung saja, saat RAKA hendak mengkonfirmasi kondisi terakhirnya, pada Senin (8/8), dikabarkan bahwa sejak Minggu malam, sosok istri muda yang belum dikaruniai anak itu sudah dibawa Kepala Desa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani operasi.
Kepada RAKA, Pegawai Desa Pulojaya Atam mengatakan, lamanya tindakan Ratih ke RSHS bukanlah akibat pembiaran semata. Sebab, penderita tumor ganas itu sebenarnya sudah dibantu dan difasilitasi pemerintah desa, bahkan ke setiap dusun, kepala desa dan perangkatnya sejak tahun 2013 lalu rela ngencleng untuk biaya pengobatan Ratih ke RSUD. Namun, biaya yang kurang dari Rp 7 jutaan itu habis dan pemerintah desa terus berupaya mendapatkan dana tambahan.
Terakhir, di sela-sela senam di hari Jumat pekan kemarin, dengan membawa gambar tumor yang diderita Ratih, kades berkeliling di lingkungan pemkab untuk menjaring bantuan. Wal hasil, Minggu malam, dengan mengandalkan kartu jaminan Karawang Sehat, Ratih langsung dibawa ke RSHS untuk menjalani operasi. Pernah sebut Atam, Ratih disarankan segera ke RSHS, namun karena kendala teknis dari pihak keluarga sebab tidak ada yang menjaga Ratih selama di RSHS, akhirnya rencana tersebut selalu batal.
Lagi pula sebut Atam, selalu terungkap kata-kata pasrah dari Ratih dan keluarganya atas penyakit yang dideritanya. "Kondisinya semakin sesak, karena tumornya semakin membesar tanpa penanganan saat ini, apalagi kondisi badannya yang kurus. Tapi alhamdulillah, semalam sudah dibawa kepala desa untuk operasi di RSHS," jelas dia.
Dulu sebut Atam, saat ngencleng, keuangan untuk Ratih ini, diakuinya dipegang langsung oleh kepala desa karena khawatir jika diberikan akan habis oleh keluarga dan keperluan lain. Makannya, saat itu, kalau sesekali Ratih ke RSUD, baru uang-uang itu digunakan untuk pengobatannya. Saat ini, kebetulan saja saat senam, Kades bertemu dengan para pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan mengkonsolidasikan pengobatan ke RSHS ini. Semoga saja harapnya, kondisi Ratih bisa mengalami perkembangan baik setelah menjalani operasi. "Kebetulan saat senam ketemu Pejabat Dinkes dan hasilnya alhamdulillah baru bisa dioperasi, ya mungkin jadwalnya senin ini juga sih," tandasnya.
Seperti diketahui, tumor yang dialami Ratih sejak tahun 2012 silam ini, terus membesar. Meskipun sempat berulangkali bolak-balik ke RSUD, namun tidak ada perkembangan yang berarti. Istri pedagang cilok ini sempat mendapat surat rujukan dari RSUD untuk berobat ke Bandung. Namun lantaran tiada biaya terpaksa mengurungkan niatnya. Sementara saat beraktivitas berat perut yang membesar layaknya orang hamil tersebut dirasakan perih seperti yang diremas kencang.
Tetangga Ratih, Eti mengatakan, tumor ganas dideritanya sejak awal pernikahan di tahun 2012. Dikiranya hamil, Ratih langsung diboyong ke Puskesmas setelah 7 bulan pasca pernikahannya, namun pihak medis mengatakan bahwa ratih tidak hamil setelah di-USG, lantaran tidak ada reaksi gerak bayi. Saat itu pihak puskesmas memvonis bahwa Ratih menderita kista dan dibuatkan rujukan ke RSUD Karawang.
Ratih pun diboyong ke RSUD hingga tujuh kali rawat jalan. Namun tetap tidak ada perkembangan sampai mengeluarkan surat rujukan ke Bandung tertanggal 8 Maret 2013 lalu dengan nomor surat 408684. Namun karena ketiadaan uang untuk sekedar biaya transportasi dan lainnya, akhirnya Ratih mengurungkan niatnya meskipun penyakit yang dideritanya dirasakan setiap hari. "Bapak ibunya sudah meninggal, menikah juga belum dikaruniai anak. Dulu dia agak gemuk, sekarang makin kurus. Sementara perutnya membesar. Kami mohon ada perhatian saja dari pemerintah," katanya kepada RAKA.
Sementara Ratih mengeluhkan rasa sakit saat beraktivitas mencuci atau memasak untuk suaminya setiap hari. Ia tidak mengetahui apa penyebab penyakitnya tersebut. Diakuinya, setiap bulan perutnya terus membesar "Saya bekerja seperti biasa, tapi kalau bekerja berat sakit kaya diremas-remas," ujarnya.
Sementara Kasubag TU UPTD Puskesmas Lemahabang Anwar Sanusi mengatakan, berdasarkan hasil laporan bidan sejak 2013 lalu,  Ratih memang sempat datang ke puskesmas dan disebut menderita kista atau tumor dengan istilah miomauteri dan pihaknya sempat memberi rujukan ke RSUD. Pihak puskesmas lanjutnya, hanya menjembatani. Ia mengaku tidak tahu pemicunya apa, akan tetapi biasanya hal-hal demikian dipicu akibat makanan dan minuman berbahaya seperti berbahan pengawet dan daya tahan tubuh yang rendah.
Itupun lanjutnya, juga dipicu oleh faktor psikis akibat memikirkan penyakit yang dideritanya dan mengurangi nafsu makan. Dampaknya, secara berangsur menggerogoti tubuhnya hingga makin kurus. Ditambahkannya, untuk pemeriksaan hingga operasi dimungkinkan menelan waktu yang lama, berikut biaya seperti bioksi. Karena, rumah singgah pasien dan antar jemput transportasi di luar Jamkesmas. "Kita berharap semoga banyak sukarelawan yang bisa meringankan beban pasien miskin tersebut," ujarnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template