Rapat Tertutup Sekda-BPLH Mencurigakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Rapat Tertutup Sekda-BPLH Mencurigakan

Rapat Tertutup Sekda-BPLH Mencurigakan

Written By Mang Raka on Jumat, 12 Agustus 2016 | 18.31.00

KARAWANG, RAKA - Aksi warga mengelas pipa pembuangan PT Pindo Deli 3 ke Sungai Cibeet, Rabu (10/8) lalu, ternyata belum cukup membuka mata Pemerintah Kabupaten Karawang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi Sutisna yang menggelar rapat tertutup dengan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Karawang Setya Dharma, di kantor sekda, Kamis (11/8) kemarin, terkesan menghindar. Begitu juga Setya, yang biasanya terbuka membuka persoalan lingkungan menjadi sangat tertutup. "Tadi bukan rapat Pindo Deli 3," singkat Setya kepada Radar Karawang.
Ditanya soal aksi Majelis Adat Cibeet yang mengelas pipa pembuangan Pindo Deli 3, Setya mengaku belum tahu hal itu. "Memang ada pengelasan? Saya belum tahu," ujarnya.
Sementara Teddy berupaya menghindar. Sekda lebih memilih keluar lewat pintu belakang, tanpa mau memberikan penjelasan lemahnya Pemkab Karawang memberi sanksi, terhadap perusahaan yang membuang limbah sembarangan. Padahal sebelumnya, Asisten Sekda, Iwan mengatakan jika Teddy berada di ruangannya. "Tadi ada rapat dengan BPLH, tapi bukan rapat Pindo Deli 3. Sekarang bapak (Sekda) sedang sibuk di dalam," kata Iwan.
Ketua Komisi C DPRD Karawang Elievia Khrissiana mengatakan, pihaknya sedang berkomunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH). Namun belum mendapat surat jawaban, sehingga belum bisa berbuat banyak. "Saya sedang menunggu hasil Kementerian LH. Setelah ada hasil, kita akan turun langsung ke sana," kata Elievia.
Majelis Adat Cibeet, Iwan Somantri Amintapradja mengatakan, aksi warga mengelas pipa pembuangan Pindo Deli 3 adalah aksi awal. Jika tidak ada tindakan dari pemerintah, akan ada aksi-aksi lainnya. "Kita nyatakan perang dengan penjahat lingkungan," tuturnya.
Iwan meyakini lemahnya tindakan terhadap perusahaan pembuang limbah, bukan karena pemerintah tidak tahu. Tapi ada unsur lain yang membuat pemangku kebijakan menjadi gelap mata. "Pasti ada apanya. Bisa jadi suap," dugaannya. (dri)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template