Puluhan Ayam Mati Mendadak di Bakan Menteng - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Puluhan Ayam Mati Mendadak di Bakan Menteng

Puluhan Ayam Mati Mendadak di Bakan Menteng

Written By Mang Raka on Senin, 15 Agustus 2016 | 14.00.00

TEGALWARU, RAKA - Satu minggu terakhir Warga Kampung Bakan Menteng, Desa Wargasetra, dicemaskan puluhan ayam mati mendadak. Kendati warga yakin penyebab kematian bukan akibat flu burung namun warga berharap ada petugas kesehatan yang melakukan pengecekan lapangan.

Data lapangan yang dihimpun RAKA, Minggu (14/8) sebelum ditemukan ayam mati, kondisi ayam terlihat murung dan tidak melakukan aktivitas alias diam ditempat. Hanya selang sehari setelah itu ayam pun didapati mati dengan warna kulit kebiruan. Dalam sepekan saja ayam warga yang sudah mati hingga puluhan jumlahnya. Dan itu membuat warga cemas.
Hingga kini belum disimpulkan penyakit apa yang menyerang hingga mengakibatkan ayam-ayam itu mati. Namun, jika mengacu terhadap kondisi ayam sebelum ditemukan mati dan warna kulit ayan sesudah mati, sementara waktu menduga penyebabnya bukan akibat flu burung melainkan penyakit ayam yang disebut tetelo. Dugaan itu diperkuat peristiwa sama terjadi hampir setiap tahun dan terjadi tiap kali berlangsung peralihan cuaca dari musim panas ke musim hujan.
Seperti diakui Mamad (45) warga yang memelihara ayam di halaman rumahnya. Dia mengaku sudah hampir 10 tahun menjadi peternak ayam. Berdasarkan pengalamannya jika mencermati ciri-ciri ayam yang mati dia optimis penyebabnya bukan flu burung tetapi tetelo meski ada juga yang menyebutnya penyakit Eluk. Hanya saja dia telat mengantisipasi datangnya penyakit tersebut. Sehingga ayam-ayamnyapun tidak sedikit yang mati. "Kami akan melakukan pencegahan agar penyakit ini tidak semakin berkembang luas dan bisa meminimalkan jumlah ayam-ayam yang mati," ucapnya.
Demikianpun Eef (37) juga peternak ayam di Desa Wargasetra. Kasus ayam mati mendadak memang sudah hampir tiap tahun terjadi dan cukup membuat dirinya hampir kapok untuk memelihara ayam. Dia sendiri mempunyai cara agar penyakit tidak berkembang luas dengan cara mengubur atau membakar ayam-ayam yang mati. Selain tidak menyebabkan aroma busuk upaya penguburan dan pembakaran ayam juga mematikan virus tetelo. "Memang, saya tidak tega kalau dibakar meski itu bisa menghilangkan bau dan membunuh virus. Tetapi dikubur juga sama saja dan saya menguburnya. Sampai saat ini pencegahan nyata dari dinas tidak ada," tandasnya.
Sementara di tempat terpisah, Bahri (49) mengatakan peralihan cuaca dari musim panas ke hujan atau sebaliknya lebih dominan mempengaruhi kemunculan penyakit tetelo.
Sebenarnya, akui Bahri, kejadian itu terjadi setiap tahun. Dirinya hanya berharap agar pemerintah bisa melakukan pencegahan supaya tidak terjadi hal serupa di tahun selanjutnya. "Kalau bisa jangan sampai terjadi lagi tahun depan. Maka sekarang dinas pun ikut mengadakan pencegahan agar jangan kembali terulang lagi kejadian serupa," tandasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template