Praktisi Hukum Curigai Vonis Hakim - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Praktisi Hukum Curigai Vonis Hakim

Praktisi Hukum Curigai Vonis Hakim

Written By Mang Raka on Kamis, 11 Agustus 2016 | 13.00.00

KARAWANG,RAKA - Praktisi hukum Karawang Asep Agustian menduga ada keganjilan atas vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Karawang terhadap terpidana Tommy Lim. Pasalnya, pemilik sabu sebanyak 161 kilogram itu hanya dijatuhi hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp 5 Miliar subsider 6 bulan.

Sebelumnya, M Husen dan Apip Apriansyah pemilik sabu sebanyak 25,225 kg masing masing divonis seumur hidup dan 16 tahun penjara. Sementara bandar kecil seperti Merry Utami, pemilik 1 kilogram heroin, Tri Diah pemilik 50 kilogram sabu, Zaenal Abidin pemilik 50 kilogram ganja, semuanya di vonis mati. "Putusan yang dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Emi Tri Rahayu ini  jauh dari rasa keadilan dan telah melukai masyarakat Karawang yang sedang memerangi narkoba. Sehingga putusan ini patut dipertanyakan," kata Asep Agustian, Rabu (10/8).
Asep menilai majelis hakim yang menyidangkan perkara Tommy Lim patut mengundang pertanyaan karena perkara kepemilikan narkoba yang jumlahnya narkobanya sedikit justru dihukum mati. Sedangkan bandar besar hanya dihukum belasan tahun perjara. "Kita hanya mempertanyakan kenapa ada disparitas putusan antara bandar kecil dengan bandar besar. Hal ini sudah mengusik rasa keadilan masyarakat," katanya.
Selain menilai putusan hakim yang janggal, sikap JPU Herry Novian yang tidak spontan menyatakan banding usai mendengar putusan  tersebut. Apalagi, pada tuntutan mati terhadap Apip dan Husen, JPU juga tidaak mengajukan banding. "JPU juga harusnya spontan menyatakan banding bukan malah pikir-pikir, masa putusan timpang  seperti ini harus pikir-pikir. Ini kan aneh," tandasnya.
Menurut Asep Agustian penegak hukum harusnya tegas untuk memerangi narkoba yang marak di Karawang. Jika hukum lemah mengahadap bandar narkoba tentunya Kabupaten  Karawang akan menjadi surga bagi para bandar. Apalagi berdasarkan fakta, tiga terdakwa yang dituntut hukuman mati, semuanya lolos. Agar Karawang tidak dijadikan sebagai tempat  strategis berbisnis narkoba,  pihaknya meminta tidak hanya penegak hukum, namun masyarakat juga harus ikut mengawasi proses persidangan sampai tuntas. "Pengawasan dari masyarakat itu penting agar penegak hukum juga bisa hati-hati dalam menangani perkara narkoba," terangnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template