Polisi Garuk Preman Kawasan dan Terminal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Garuk Preman Kawasan dan Terminal

Polisi Garuk Preman Kawasan dan Terminal

Written By Mang Raka on Kamis, 25 Agustus 2016 | 20.35.00

 *Terlibat Kasus Pemerasan dan Pemaksaan

KARAWANG, RAKA - Puluhan preman dari sejumlah titik rawan premanisme diamankan polisi. Selama ini petugas banyak menerima laporan masyarakat tentang aktivitas para pengganggu keamanan ini yang dinilai telah meresahkan warga.

Tiga titik terparah yang jadi target garukan petugas diantaranya sekitar terminal Klari, perempatan lampu merah Anggadita dan Jalan Tuparev. Sementara titik-titik lain yang juga dibersihkan berada disekitar kawasan industri yang tersebar disejumlah tempat. Operasi yang digelar petugas itu sendiri terkait 100 hari kerja Kapolri selain tindak lanjut terhadap laporan masyrakat yang terganggu akibat aksi premanisme. "Preman yang kami amankan  25 orang dan semuanya sudah pulang," kata Kasatreskrim Polres Karawang AKP Hairullah kepada wartawan, Rabu (24/8).
Para preman itu dilepaskan kembali karena sifat operasinya masih merupakan peringatan agar tidak melakukan aksi yang meresahkan masyarakat. Jika para preman masih tetap melakukan aksinya maka tidak ada toleransi, petugas akan langsung melakukan penangkapan. "Tidak satupun diantara preman itu yang ditahan melainkan hanya dilakukan pendataan sekaligus membuat pernyataan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya," kata Hairullah.
Menyinggul aksi meresahkan yang dilakukan puluhan preman tersebut, Hairullah mengatakan, selain pemalakan para preman juga melakukan pemaksaan. "Mereka kerap  meminta uang dengan paksa kepada para sopir, kemudian tukang parkir liar, anak-anak punk dan para pengamen jalanan yang kerap meminta uang secara paksa baik  pengendara maupun penumpang angkot yang tengah  berhenti di lampu merah maupun terminal," kata kasat.
Sementara oknum-oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang juga ikut digaruk dalam operasi tersebut, dikatakan Hairullah, keseluruhannya terkait aksi pemaksaan. "Oknum LSM dan Ormas ini diamankan dari berbagai kawasan industri. Mereka memaksa pengemudi angkutan barang atau ekspedisi untuk menyerahkan uang bongkar muat meskipun mereka sendiri tidak ikut kerja. Aksi mengakibatkan, penghasilan pengemudi atau sopir semakin berkurang," kata Hairullah.
Ditambahkan Hairullah, mengingat operasi premanisme ini masih terus berlangsung, ia mengimbau agar secepatnya melaporkan tindakan preman atau oknum LSM dan ormas yang dianggap telah merugikan. "Kami akan cepat bertindak jika sudah mendapat laporan dari masyarakat," ucapnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template