Pluralisme di Perum Cikampek Baru Terasa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pluralisme di Perum Cikampek Baru Terasa

Pluralisme di Perum Cikampek Baru Terasa

Written By Mang Raka on Rabu, 31 Agustus 2016 | 13.30.00

JATISARI, RAKA - Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Begitu gambaran warga Dusun Perum Cikampek Baru, Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari. Meski di lingkungan tersebut terdapat beberapa suku yang berbeda seperti Jawa, Sunda dan Batak, tetapi kebersamaannya telihat terjalin erat.
"Seperti momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 71 beberapa waktu lalu. Warga berbaur bersatu menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, dengan suka cita tanpa sekat sosial," ujar Ketua RT 10/8 Perum Cikampek Baru, Jatisari, Diding Guniardi (40).
Menurutnya, meski berbeda-beda suku dan agama tetapi nilai-nilai persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Sehingga tidak pernah terjadi permasalahan yang menyangkut suku, agama, ras dan antargolongan di Perum Bumi Cikampek Baru.
Kondisi keberagaman antarpara penduduk di Perum Bumi Cikampek Baru sangat terlihat. Tidak pernah terjadi gesekan antarwarga di lingkungan RT. Meski penduduk Perum Bumi Cikampek Baru itu sangat padat, setara dengan satu wilayah desa di Kecamatan Jatisari.  
"Diperkirakan sekitar 5000 lebih jiwa usik warga Perum Bumi Cikampek Baru. Tapi kondisi kekeluargaan diantara para penduduk sangat akrab," ujarnya
Darto Iskandar, Wakil Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kecamatan Jatisari, menyampaikan, kondisi sosial di Perum Bumi Cikampek Baru sangat beragam, tetapi tidak menjadi penyebab perpecahan. "Nilai-nilai persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Tidak pernah ada konflik di tengah masyarakat, meskipun jumlah penduduknya sangat padat sekali," ujarnya.
Warga lainnya Jaenudin menyampaikan, keragaman suku bangsa di Perum Cikampek Baru, menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Karena pelajaran keanekaragaman suku bangsa Indonesia sudah sangat dirasakan oleh mereka. "Ini pelajaran penting bagi anak-anak. Agar lebih memahami bagaimana seharusnya menjalankan kehidupan berbangsa, dan bernegara yang memiliki keanekaragaman," ujarnya.
Bahkan, tambah Jaenudin, kondisi sosial masyarakat yang ada di Perum Cikampek Baru patut dicontoh bagi pelajar yang tinggal di lingkungan yang homogen. Atau hanya satu suku bangsa. Dalam artian, Perum Cikampek Baru bisa dijadikan kunjungan bagi para peserta didik, minimalnya yang ada di lingkungan Jatisari. "Kurikulum sekarangkan menekankan pendidikan berkarakter. Yang paling konkrit ya turun ke lapangan. Disini bisa jadi contoh tentunya untuk anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah," ujarnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template