Petugas Fogging Gadungan Beraksi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Petugas Fogging Gadungan Beraksi

Petugas Fogging Gadungan Beraksi

Written By Mang Raka on Senin, 22 Agustus 2016 | 12.30.00

-Memaksa Warga Sarimulya Bayar Rp 10 Ribu

KOTABARU, RAKA - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) memang menjadi momok yang menakutkan bagi warga. Penyakit yang bisa membuat penderitanya meregang nyawa, itu ternyata dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang memaksa warga Kampung Sukaseuri, Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru, untuk melakukan fogging dengan memasang tarif tertentu.
Seperti yang dikatakan Andi Ahmad Gopar (25), warga Kampung Sukaseuri, Desa Sarimulya, dirinya merasa heran kegiatan fogging yang meminta uang dengan mengatasnamakan desa. Padahal sepengetahuannya jika kegiatan fogging yang resmi, sama sekali tidak diperkenankan meminta uang dari warga. "Saya lagi duduk, tiba-tiba datang seorang pemuda langsung meminta uang Rp 10 ribu. Padahal kegiatan fogging yang dilakukannya itu juga asal-asalan, alias asal nyemprot. Setelah ditanya, katanya itu dari desa. Gak tahu dari desa mana," ujar Andi kepada Radar Karawang, Minggu (21/8).  
Kepala Puskesmas Jomin Hj Aas Suparidah menyampaikan, dua hari ini tidak ada program fogging dari Puskesmas Jomin. Menurutnya, di wilayah kerjanya sering ada fogging sumbangan dari perusahaan-perusahaan sekitar. "Kami akan lakukan kordinasi dulu sama pihak desa. Itu fogging dari mana," ucapnya.
Disinggung mengenai pungutan secara paksa, dia menyampaikan biasanya fogging sumbangan sama seperti program dari Dinkes, tidak ada pungutan. Jika ada pungutan, kemungkinan fogging ilegal. "Itu kayaknya ilegal. Warga harus waspada. Karena obatnya juga perlu dipertanyakan. Bisa jadi asal-asalan," ujarnya.
Ia melanjutkan, jika fogging sesuai prosedur, akan ada kordinasi dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, kemudian kordinasi dengan pemerintah desa setempat. "Pungutan itu kemungkinan besar hanya untuk keuntungan mereka. Biasanya yang kayak gitu tukang obat. Tapi asal usul obatnya juga perlu dipertanyakan," ujarnya.
Kejadian serupa juga pernah terjadi di Desa Balonggandu, saat banyak warga terkena DBD. Tiba-tiba ada sekelompok orang yang melakukan Foggingisasi di dua dusun, yaitu Dusun Cikampek Baru dan Dusun Kertajaya. "Tapi mereka kami usir. Karena gak jelas asal-usulnya," ujar Kepala Desa Balonggandu Suhana.
Setelah beberapa kali pemerintahan Balonggandu melakukan pengajuan ke Puskesmas Jatisari, karena semakin banyak warga yang terserang DBD. Tetapi karena kuota dari Dinas Kesehatan untuk fogging sudah tidak ada, pihaknya bersama warga melakukan fogging secara swadaya. (zie)

Modus Petugas Fogging Gadungan
-Mengaku petugas desa
-Menakut-nakuti warga bahaya DBD
-Memaksa warga membayar jasa fogging Rp 10 ribu

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template