Petani Karadak Bingung Jadwal Tanam Padi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Karadak Bingung Jadwal Tanam Padi

Petani Karadak Bingung Jadwal Tanam Padi

Written By Mang Raka on Rabu, 24 Agustus 2016 | 13.00.00

PANGKALAN, RAKA - Petani Kampung Karadak, Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, kebingungan menentukan jadwal tanam padi. Pasalnya, hingga sekarang intensitas hujan masih tinggi di daerah tersebut, sementara untuk wilayah itu sendiri sudah memasuki musim tanam.

Berdasarkan pengamatan, memang perubahan cuaca saat ini sulit ditentukan. Petani yang tadinya secara alami bisa menentukan jadwal tanam padi sesuai perkiraan bulan, kini merasa kesulitan untuk menentukan bagaimana cara menyesuaikan kondisi cuaca yang terjadi saat ini, kapan jadwal tanam yang tepat agar mereka tidak rugi jika melakukan tanam padi.
"Tadinya berdasarkan perkiraan cuaca sesuai bulan, di Agustus ini petani seharusnya mengganti pola tanam dari padi ke tanaman palawija atau sayur mayur. Tetapi dirasa intensitas hujan masih tinggi ada sebagian petani kini malah nekat menanam padi agar areal sawahnya tidak terlalu merugi tanpa di tanam apapun," ucap Kimung (44) petani Taman Mekar, Selasa (23/8).
Masih dikatakannya,  bulan Agustus seharusnya cuaca sudah masuki musim panas dan sederhananya dirinya beserta petani lainnya mulai menanam palawija atau sayur mayur. Tapi karena khawatir malah merugi akhirnya tidak sama sekali tidak melakukan penanaman. "Kalau berdasarkan hitungan Agustus sekarang masuki musim kemarau, tapi sekarang cuaca sulit diperkirakan hingga masih ada hujan. Tetapi saya berpikir ketimbang lahan dibiarkan kosong sedikit bertaruh bolehlah. Makanya, saya nekat menanam padi," katanya.
Demikianpun Waluyo (37) petani migran asal Jawa Tengah, dirinya mendapatkan lahan olahan sistem gadai, kalau tidak ditanam maka dirinya akan rugi. Makanya dia tetap jalan kan tanam sayur mayur meski ancaman gagal karena banjir ada. "Sayur-mayur memang tanaman yang mesti terendam tidak seperti padi. Tanah mesti direndam agar tanah mudah digemburkan bahkan tanah jadi tidak mengalami kesulitan. Lain dengan sayur mayur tanam nya ketersediaan air hanya sewaktu-waktu, hingga saya putuskan tanam sayur mayur. Sebenarnya kami hanya sewa saja sih, jadi tidak perlu repot cuma malah lebih cepat waktunya," ucapnya.
Husen (47) juga petani setempat pun mengaku sama. Dirinya malah hingga kini mengurungkan niat menanam padi kakrena khawatir rugi kalau hujan tidak turun. Sementara uang tanam padi yang sudah didapatkan dari pinjam rekan serta tengkulak juga menjadi pertimbangan harus melakukan penanaman. "Kalau saya tidak perkirakan alam dengan serius maka saya ruginya besar sekali. Bukan saja padi tidak bisa dituai juga pinjaman modal tanam malah tidak bisa diganti," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template