Petani Banyusari Tunda Garap Sawah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Banyusari Tunda Garap Sawah

Petani Banyusari Tunda Garap Sawah

Written By Mang Raka on Sabtu, 06 Agustus 2016 | 13.30.00

BANYUSARI, RAKA - Areal pesawahan Kecamatan Banyusari sampai saat ini baru 70 persen yang sudah ditanami padi. Hal itu menunjukan lambannya pola tanam di Kabupaten Karawang secara umum.
Kapten Infantri Kusnen Danramil 0407 Jatisari mengatakan, TNI sebagai pendamping petani meminta untuk mempercepat melakukan tanam padi. "Padahal seharusnya sejak akhir bulan Mei penanaman sudah selesai dilakukan," ujarnya kepada Radar Karawang, Jumat (5/8).
Menurutnya, keterlambatan dalam menjalankan program percepatan pola tanam, diakibatkan adanya saling mengandalkan antar petani untuk memulai turun ke sawah. "Jadi kami TNI, selaku pendamping petani mengajak kepada para petani, agar jangan menunda-nunda waktu untuk menggarap sawahnya. Jangan sampai keterlambatan ini terulang kembali di musim yang akan datang," ujarnya.
Dia menyampaikan, wilayah Jawa barat dalam menunjang program percepatan pola tanam dikalahkan daerah Jawa Timur. Padahal di wilayah Jawa Barat ditujang dengan pengairan teknis. Sedangkan di wilayah Jawa timur tidak sedikit areal pesawahan yang sumber airnya masih mengandalkan sumur pantek. "Saya mengajak kepada seluruh komponen untuk bersinergi dalam menunjang porgram ini. Apalagi pihak UPTD Pertanian dan BP3K Kecamatan, para Gapoktan dan kelompok tani, agar bersama-sama mengingatkan agar lahan pertanian mereka tidak tertidur lama," ujarnya.
H.Mahpudin, Kepala Desa Banyuasih membenarkan keterlambatan penanaman padi, diantaranya selain saling mengandalkan antar petani, juga disebabkan oleh para pembajak sawah yang menggunakan traktor. Terlalu banyak garapan kerjanya, bahkan hingga 70 bau per traktor. Padahal, jika hanya menggarap 40 bau saja, dipastikan proses waktu pengelolaan akan lebih cepat untuk melakukan penanaman. "Saya rasa kekurangan traktor di wilayah ini juga menjadi salah satu faktor penyebab lambannya tanam," ujarnya.
Kepala BP3K Kecamatan Banyusari Nana K menyampaikan, sejak bulan Mei lalu, pihaknya terus memantau dan menghimbau agar petani pemilik lahan pertanian, untuk segera menggarap sawahnya. Tetapi tanpa alasan yang jelas mereka tetap menunda nunda waktu penggarapannya.
"Saya sudah mengajak para petani untuk segera turun ke sawah sejak bulan Mei lalu, tapi kenyataannya memang seperti ini," ujarnya. (zie)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. bukan hanya teraktor yg kurang di banyusari,walopun di tunjang dengan pengairan teknis di banyusari,paktor jalan juga mempengaruhi teranportasi petani yang mana jalan di banyusari sekarang sudah tidak layak di lalui terutama d Dusun:Genteng, Desa:Talunjaya,gimana perekonomian masarakat mau bekembang.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template