Pemkab Karawang Kekurangan 18 Ribu Staf - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pemkab Karawang Kekurangan 18 Ribu Staf

Pemkab Karawang Kekurangan 18 Ribu Staf

Written By Mang Raka on Senin, 22 Agustus 2016 | 18.56.00

KARAWANG, RAKA - Dampak dari perombakan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK), membuat Pemerintah Kabupaten Karawang kekurangan 18 ribu tenaga staf.
"Dilihat dari jumlah pegawai itu akan cukup, kecuali staf tentu akan kekurangan. Kalau dihitung-hitung kekurangan mencapai sekitar 18 ribu orang," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi Sutisna.
Teddy mengakui dengan adanya perombakan SOTK di lingkungan Pemkab Karawang, maka akan ada pergeseran atau mutasi dan rotasi pejabat. Hal itu murni akan diserahkan ke Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat Karawang. Menurutnya, OPD baru yang akan dibentuk diantaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Dinas Informasi dan Telekomunikasi. Sedangkan untuk Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah akan dipecah menjadi dua, yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Serta Badan Pendapatan Daerah. Begitu juga dengan Dinas Ciptakarya, itu akan dipecah menjadi Dinas Pertamanan Kebersihan dan Pemakaman serta Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Untuk organisasi perangkat daerah yang dihapus ialah Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. "Saat ini sedang merevisi Peraturan Daerah tentang SOTK. Ditargetkan berlaku efektif pada 2017," katanya.
Menurut Sekda, untuk mendukung operasional OPD tersebut, akan disiapkan penganggarannya melalui Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara pada APBD murni tahun 2017.
Anggota DPRD Karawang Komisi C, Taman ST mengatakan, adanya Dinas Pertamanan Kebersihan dan Pemakaman, diharapkan masalah sampah dan keindahan Kabupaten Karawang bisa terwujud. "Sudah menjadi kebutuhan yang mendesak untuk pengelolaan sampah ditangani secara khusus, dalam bentuk dinas tersendiri. Tidak seperti saat ini, baru sebatas bagian dari Dinas Ciptakarya," katanya.
Selama ini penangangan masalah sampah dilakukan oleh Dinas Cipta Karya. Sementara dinas itu juga memiliki tanggung jawab terhadap bidang yang lain. "Karawang dengan volume sampah yang tinggi sudah tentu butuh penanganan sampah secara profesional. Hal itu perlu dilakukan untuk menghasilkan Karawang yang bebas dari sampah, atau menjadi kota bersih sampah," ucapnya.
Hal ini juga karena secara kebutuhan volume sampah Karawang akan terus meningkat. Artinya, sampah yang dihasilkan masyarakat terus bertambah. Apalagi jika melihat tingginya tingkat urbanisasi saat ini, tentu sangat mempengaruhi tingkat produksi sampah. "Perlu penanganan profesional untuk mengentaskan masalah sampah di Karawang," terangnya. (dri)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template