Pemda Belum Berperan Majukan Usaha Rakyat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemda Belum Berperan Majukan Usaha Rakyat

Pemda Belum Berperan Majukan Usaha Rakyat

Written By ayah satria on Senin, 01 Agustus 2016 | 18.05.00

TEGALWARU, RAKA - Pemerintah diminta peduli terhadap perkembangan usaha kecil berbasis kerakyatan di wilayahnya. Jenis usaha ini hampir dinyatakan bisa menopang kesejahteraan masyarakat yang saat ini masih terganjal modal usaha.
Pemerhati masalah ekonomi asal Desa Kutalanggeng, Agus, mengatakan itu, Minggu (31/7). Dikatakannya, saat ini usaha mandiri milik rakyat yang berkembang tanpa bantuan pemerintah mengeluhkan berbelit-belitnya birokrasi pinjaman modal. Itu sebabnya, tidak sedikit dari para usahawan itu yang memilih pinjaman modal ke pihak swasta karena dianggap mudah dan cepat.
Hanya saja bunga yang ditarik dari pinjaman itu sangat besar. Sehingga banyak juga yang akhirnya terjerat hutang. Seperti diakui Agus, dirinya yang juga memiliki toko klontong mengaku mendapaatkan modal usaha dagangannya dari hasil meminjam melalui koperasi tuyul, istilah koperasi simpan pinjam tak resmi yang sering keluar masuk perkampungan. Menurut Agus, koperasi tuyul lebih cepat dan tidak bertele-tele jika memberikan pinjaman apalagi sudah terlihat jenis usaha yang dijalankan.
"Sekarang kalau pinjam ke bank nasional atau milik pemerintah berbelit-belit birokrasinya dan pada akhirnya belum tentu disetujui oleh pihak bank," ucap Agus dan menambahkan, bukan hanya dirinya tetapi kebanyakan usahawan ditempatnya merasa nyaman meminjam uang walaupun kisarannya tidak besar," katanya.
Lain lagi dengan Opiah (44) pemilik warung nasi asal Kampung Palasari, Desa Kutalanggeng menerangkan bahwa dirinya merasa lelah dengan apa yang sudah ditempuh dalam mendapatkan modal usaha yang sekarang tengah digelutinya. Bahkan warung nasinya kadang mendapatkan laba lumayan besar, tetapi entah kenapa jika bank pemerintah sulit sekali jika mengajukan pinjaman. "Padahal sudah disurvei hingga berkali-kali akan tetapi hingga kini belum juga ada hasilnya dan tadinya saya berharap mendapatkan suntikan dana segar agar bisa memperbesar usaha warung nasi saya. Tetapi malah ada program swasta dalam bentuk grup membantu memberikan modal," tuturnya.
Sedangkan Katom (37), pemilik usaha keripik pisang mengungkapkan, pinjaman besar yang ada memang tidak serta merta harus ada jaminan yang rata-rata bagi warga perkampungan jarang memilikinya. Bahkan dirinya hingga kini sudah melaksanakan persyaratan yang pemerintah minta dari program-program bantuan akan tetapi tidak ada satu pun sudah terealisasi. "Saya kapok minjam ke instansi atau apalah itu karena sampai saat ini belum ada yang mau membantu," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template