Pembelaan Istri Sang 'Nabi Palsu' - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pembelaan Istri Sang 'Nabi Palsu'

Pembelaan Istri Sang 'Nabi Palsu'

Written By Mang Raka on Rabu, 10 Agustus 2016 | 17.48.00

-Disebut tak Pernah Gila, Ajaran Dianggap tak Menyimpang


TEGALWARU, RAKA - Lima hari usai aksi pembakaran rumah dan pengusiran Mujib, yang dituding oleh warga menyebarkan ajaran sesat di Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru, mulai berdampak buruk terhadap istri dan anaknya.
Isu yang menyebutkan Mujib mengaku nabi, serta menawarkan surga dengan mahar Rp 2 juta yang menyebar cepat di kalangan masyarakat. Ditambah pemberitaan miring mengenai padepokan yang dipimpin Mujib, semakin mendistorsi pandangan negatif warga Tegalwaru.
Istri Mujib, Euis Susilawati S.Pd, mengaku sejak kediamannya diamuk massa, keluarganya seperti dikucilkan warga. Pandangan sinis dan senyuk kecut menjadi sarapannya setiap hari, ketika bertemu dengan warga di jalan menunju PAUD, tempatnya mengabdi sebagai guru. "Jujur, selain keluarga besar juga saya punya anak, yang tidak mau siapapun di dunia ini mengalami hal seperti saya," ungkapnya kepada Radar Karawang, Selasa (9/8) kemarin.
Lelaki yang dinikahinya tahun 2014 itu, kata Euis, tidak pernah mengajarkan hal yang menyimpang dari ajaran Islam, seperti yang ditudingkan warga selama ini. Sepengetahuannya, Mujib hanya mengajarkan ilmu Islam sesuai dengan ajaran dan Alquran. "Tapi entah dari mana datangnya, opini bahwa suami saya bisa memberangkatkan haji dengan uang Rp 40 juta cukup di padepokannya, dan mahar dua juta untuk ke surga," ungkapnya.
Euis khawatir sikap warga bisa mempengaruhi kejiwaan anaknya. "Saya memohon agar bisa kembali seperti biasa, dan saya pun bisa melanjutkan hidup dan membesarkan anak saya tanpa adanya masalah," pungkasnya.
Disinggung soal penyakit jiwa yang dikabarkan sempat diidap suaminya, Euis mengatakan hal itu tidak benar. Menurut Euis, suaminya justru bisa mengobati orang yang sakit jiwa, dan memberikan kepercayaan diri kepada bekas narapidana. "Memang benar bahwa suami pernah menguasai kepintaran, yaitu mengobati orang sakit jiwa, dan memberikan wawasan dan pengajian kepada orang-orang yang pernah tersandung suatu masalah. Seperti bekas narapidana juga orang yang ingin bertobat," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Padepokan Syekh Sangga Buana Putra H Mujib bersama para pengikutnya, akhirnya dikembalikan lagi ke kediamannya karena belum terbukti secara hukum menistakan agama dengan mengaku sebagai nabi.
Pernyataan tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Hairullah, saat ditemui wartawan di sela acara Farewel Parade Kapolres Karawang dari AKBP Andi Mochamad Dicky Pastika Gading ke AKBP Andi Herindra Rahmawan di Mapolres Karawang.
Hairul mengatakan, setelah mendapat laporan pembakaran rumah Mujib yang mengaku nabi ini, pihaknya langsung melakukan penyelidikan di Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru. "Tapi hingga kini belum ditemukan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Abdul Mujib. Dugaan sementara warga hanya kalap dia kembali, tetapi kami terus lakukan penyelidikan," ujarnya.
Karena belum terbukti, kata Hairul, pihaknya langsung mengantarkan Abdul Mujib ke lokasi tempat tinggal awalnya yang dibakar. "Polisi pun sementara menjaga Abdul Mujib. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika dia benar menistakan agama, kami akan lanjutkan proses hukum," ujarnya.
Hairul pun mengimbau masyarakat agar bersabar terlebih dahulu dan jangan terpancing emosi, karena sementara ini belum cukup bukti Padepokan Syekh Sangga Buana Putra beraliran sesat. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template