Pelajar Dilarang Bawa Motor, Sopir Angkot Bisa Untung - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pelajar Dilarang Bawa Motor, Sopir Angkot Bisa Untung

Pelajar Dilarang Bawa Motor, Sopir Angkot Bisa Untung

Written By Mang Raka on Rabu, 03 Agustus 2016 | 13.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Polisi saat ini gencar melakukan razia pelajar yang membawa sepeda motor ke sekolah. Selain karena banyaknya kecelakaan pelajar, hal ini juga sebagai bentuk implementasi dari aturan larangan pelajar bawa motor ke sekolah. Jika aturan ini konsisten dilakukan, bisa berdampak positif pada peningkatan jumlah penunpang angkutan kota.
Sejumlah awak angkutan umum di Purwakarta mendesak Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko untuk konsisten menerapkan kebijakan larangan pelajar menggunakan sepeda motor ke sekolah. "Sudah beberapa hari ini polisi dan dari pemerintah gencar merazia pelajar yang pakai motor ke sekolah. Menurut kami, itu harus konsisten, berkelanjutan," ujar Ketua Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU) Angkutan Kota (Angkot) Jalur 07 Wawan Gunawan, ditemui di Sub Terminal Maracang, Babakan Cikao, Selasa (2/8).
Gencarnya razia, menyusul kecelakaan lalu lintas menewaskan tiga pelajar dalam satu hari pada akhir pekan lalu. Satu pelajar SMK Negeri 1 Purwakarta harus berurusuan dengan polisi, karena menabrak empat siswa SD Negeri 2 Sukajaya, Kecamatan Sukatani, satu siswa tewas dalam kecelakaan itu. "Jangan gencar razia hanya saat ada kecelakaan melibatkan pelajar saja. Kalau kebaijakan itu konsisten, itu akan berdampak positif pada kami," ujar Wawan.
Meski begitu, pihaknya mengapresiasi pemerintah dan polisi yang gencar melakukan razia pelajar menggunakan sepeda motor ke sekolahnya. "Jika konsisten pelajar tidak pakai motor ke sekolah, mau tidak mau mereka bakal pakai angkot ke sekolah, kan itu bagus, mengurangi kemacetan dan memberi kehidupan pada kami sopir angkot," ujar Wawan.
Di tempat terpisah, sopir angkot Jalur Purwakarta-Plered, H Nono mengatakan, selama ini populasi motor yang tinggi membuat para sopir angkot kelabakan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. "Tahu sendiri kan motor sekarang berseliweran. Kalau misalkan pelajar tidak naik motor dan pakai angkot, seperti saya bilang akan berpengaruh pada kami," kata awak angkuta trayek Plered - Purwakarta itu. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template