Pakan Susah, Harga Hewan Kurban Makin Mahal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pakan Susah, Harga Hewan Kurban Makin Mahal

Pakan Susah, Harga Hewan Kurban Makin Mahal

Written By Mang Raka on Rabu, 31 Agustus 2016 | 15.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Menjelang hari raya Idul Adha yang tidak kurang dari dua pekan lagi, sejumlah harga hewan kurban jenis kambing dan sapi mengalami kenaikan 2-5 persen dibanding tahun sebelumnya. Penyebabnya, persoalan pakan ternak seperti rumput yang sulit didapat.
Penjual Hewan kurban di sekitaran Pasar Cilamaya, Yayan S Mulya mengatakan, kenaikan harga hewan kurban saat ini berkisar antara Rp 200 ribuan untuk jenis domba. Ia merinci, harga domba saat ini dipatok harga termurahnya Rp 2,3 juta perekor, itupun untuk jenis domba Cilamaya yang kecil. Sementara untuk domba girang dari Wanayasa dan Plered harganya mencapai Rp 5-6 jutaan dengan bobot lebih dari 75 kilogram.
Adapun hewan kurban jenis sapi paling kecil saja sudah tidak ada yang dipatok dikisaran harga Rp 15 jutaan, karena harga termurahnya dengan bobot 3 kwintal saja mencapai Rp 17 juta dan tertinggi hingga Rp 30 jutaan. Kenaikan ini sebut Yayan, akibat sulitnya mendapatkan pakan ternak berupa rumput. Bayangkan saja, untuk dapat rumput, peternak harus mencari ke lahan-lahan sawah yang sudah dipanen. Sementara di Cilamaya rata-rata masih mulai tandur, akibatnya sambung Yayan, peternak harus mencari rumput hingga ke Perum Sukamandi Kabupaten Subang.
Sesekali, ada yang menjual pakan-pakan rumput dan dihargai Rp 35 ribu per karungnya, saat ini saja ia butuhkan 4-5 karung perhari untuk 52 domba untuk stok awal menjelang Idul Qurban. Jika sama sekali tidak ada, tambahnya, peternak seperti dirinya memilih memunguti ampas tahu dan limbah pasar seperti dedaunan dan ampas pepaya. "Kalau nyari pakannya sampai ke Subang, ada yang jualan saja diharga Rp 35 ribu perkarungnya, wajar saja harga hewan kurban naik terus dari tahun ke tahun," keluhnya.
Yayan menambahkan, tahun lalu lapaknya laku menjual 89 ekor domba sampak dengan hari tasyrik. Untuk tahin ini ia berharap bisa menjual lebih dari itu. Meskipun musim paceklik dan paska kebakaran pasar Cilamaya, rata-rata pengusaha dan petani diharap bisa berkurban normal seperti biasanya.
Baru 3 hari membuka lapak, domba dagangannya baru laku terjual 3 ekor. Namun ia tak kecil hati, sebab biasanya permintaan akan memuncak pada H-3 Idul Adha. "Pembeli disini biasanya juragan rajungan, pengusaha di pasar Cilamaya dan petani. Walaupun musim paceklik dan harganya agak meningkat, kita harap omset penjualan bisa lebih laku dari tahun sebelumnya," kata dia.
Lebih jauh Ia menambahkan, mahalnya harga domba dan sapi tidak akan mempengaruhi masyarakat memilih domba dengan bobot besar. Kecuali di wilayah perkotaan, yang kadang-kadang menganggap kurban sebagai acara simbolisnya dan tak perlu berbobot besar. "Kalau di kota yang beli itu kan simbolis saja, kalau di desa mah alhamdulillah pada suka bobot-bobot yang besar," tukas Yayan
Salah seorang calon pembeli hewan kurban, H Karwita mengatakan, dirinya mengaku sementara ini masih melihat-lihat jenis domba kurban yang dijajakan di lapak-lapak. Dirinya mengakui domba besar sangat diminati, namun harganya memang cukup mahal, apalagi jika domba asal Wanayasa yang dibanderol seharga Rp 6 juta dengan bobot 80 kilogram. Harga yang tinggi sebut Karwita, baginya sangat beralasan, karena memang rumput dan pakannya juga sulit didapatkan. Ia membeli domba jauh sebelum Idul Kurban agar bisa dicarter dan diurus pemilik lapak sampai hari H. "Saya suka yang bobotnya besar, walau mahal ya wajar sih, kan rumput dan ngurusnya juga susah saya kira," tutup dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template