Orang Asing Biarkan Masuk Tapi Awasi Ketat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Orang Asing Biarkan Masuk Tapi Awasi Ketat

Orang Asing Biarkan Masuk Tapi Awasi Ketat

Written By Mang Raka on Rabu, 03 Agustus 2016 | 20.44.00

KARAWANG, RAKA - Orang asing yang boleh masuk dan tinggal di Indonesia adalah mereka yang bermanfaat dan tidak membahayakan masyarakat setempat. Sementara orang asing yang membawa madharat dan masuk secara ilegal harus segera dipulangkan ke negara asalnya.

Hal tersebut dikatakan Direktur Pengawasan dan Penindakan pada Direktorat Jendral Imigrasi, Yurod Saleh, saat Sosialisasi Pengawasan Keimigrasian dan Pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Tingkat Kecamatan di Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas II Karawang, Selasa (2/8).
Menurut Yurod, saat ini Pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi, telah membuka pintu seluas-luasnya bagi orang asing yang ingin masuk ke Indonesia dengan tujuan pariwisata dan investasi. Bahkan Pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman dengan 169 negara yang bisa memasuki wilayah NKRI tanpa visa (izin tinggal).
Namun demikian, lanjut Yurod, pembukaan kran bagi orang asing tersebut bukan berarti mereka bisa masuk sebebas-bebasnya. Meraka tetap harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku di Indonesia. "Wilayah Indonesia itu begitu luas namun tidak ada pagarnya. Akibatnya, orang asing bisa masuk secara legal maupun ilegal," ujarnya.
Karena itu, tandas dia, pihaknya perlu memantau dan mengawasi keberadaan orang asing di Indonesia. Namun, pengawasan orang asing tidak mungkin bisa diawasai oleh satu instituasi saja, tetapi harus dilakukan bersama oleh semua elemen masyarakat. "Kita tidak mau negara dilecehkan orang asing yang masuk tanpa aturan. Mereka harus tunduk pada aturan negara kita," katanya.
Yurod menyebutkan, orang asing yang menjadi beban negara adalah jadi pengedar narkoba, teroris, atau mereka yang hanya bertujuan mengawini warga negara Indonesia saja. Keberadaan mereka, terang Yurod tidak ada manfaatnya sehingga harus dipulangkan ke negaranya masing-masing.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Susy Susilawati menyebutkan, pihaknya membentuk 30 tim pengawasan orang asing di Kabupaten Karawang. Jumlah tim di daerah lumbung padi tersebut merupakan yang terbanyak di banding daerah lainnya di Jawa Barat atau mungkin di Indonesia. Pembentukan tim tersebut mengacu kepada Pasal 94 Peraturan Pemerintah No.31/2013. "Tim yang di dalamnya terdapat unsur pemerintahan, Polri dan TNI ini akan mengawasi keberadaan orang asing hingga ke tingkat desa," katanya. (dri)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Untuk mengawasi orang asing bukan asal dari negara lain tapi asal luar daerahpun perlu dan harus ada pengawasan

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template