One Way System di Jalan Niaga Tidak Efektif - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » One Way System di Jalan Niaga Tidak Efektif

One Way System di Jalan Niaga Tidak Efektif

Written By Mang Raka on Senin, 15 Agustus 2016 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Sistem lalulintas satu arah sudah diberlakukan di Jalan Tuparev dan Jalan Kertabumi. Terakhir petugas yang tergabung dalam Forum Lalulintas itu memberlakukan sistem satu jalur di Jalan Arif Rahman Hakim atau Jalan Niaga. Namun, keraguan pun langsung menguat begitu rekayasa lalulintas di ruas jalan itu diuji coba.

Banyak yang pesimis pemberlakukan sistem satu arah itu gagal. Bahkan sejumlah pengamat lalulintas sistem satu arah itu bakalan gagal diberlakukan di Jalan Niaga jika tidak dibarengi dengan sosialisasi secara terus menerus. Sementara sebagian lagi menilai, pola lalulintas itu akan berhasil diberlakukan jika bunderan tugu padi (sebelumnya bunderan air mancur, red) ditutup, sehingga kendaraan tidak bisa berputar lagi di bunderan tersebut.
Kendati demikian tidak sedikit juga menyarankan agar kesadaran lalulintas pengendaranya dulu ditumbuhkan baru peraturan bisa berjalan. Seperti diungkapkan Heidie, baru-baru ini, melalui surat elektroniknya yang disampaikan ke redaksi. Menurut dia, hal yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran warganya untuk tertib lalulintas. "Tumbuhkan dulu kesadaran lalulintas pemilik kendaraan. Jika itu sudah dilakukan maka peraturan akan menjadi efektif, termasuk memberlakukan pola lalulintas satu arah," ucapnya.
Intinya, terang Heidi, aturan lalulintas itu sangat efektif untuk mengatasi kemacetan. Sebab, tidak akan ada aturan yang sebelumnya tidak dilakukan uji coba selain diputuskan melalui banyak pertimbangan. "Pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Niaga sudsah diperhitungkan matang-matang oleh pihak kepolisian dan itu untuk memperlancar arus lalu lintas," tegas Heidi.
Sementara Andi, juga pemerhati masalah lalulintas, menilai pemberlakukan pola lalulintas satu arah tidak akan berpengaruh banyak terhadap kemacetan lalulintas yang terjadi selama ini. Terlebih jika menimbang sempitnya badan jalan, ini berpengaruh besar terhadap kelancaran lalulintas di ruas bersangkutan. "Dengan Volume kendaraan yang terus bertambah setiap tahunnya langkah ini hanya bisa mengurangi sedikit saja kemacetan dikarenakan bahu jalan banyak terpakai parkir kendaraan dan berakibat terjadinya penyempitan ruas jalan," tandasnya.
Sementara berdasarkan pantauan RAKA, Minggu (14/8) masih terjadi pelanggaran lalulintas di ruas jalan yang sudah diberlakukan sistem satu arah. Pengendara dari arah Jalan Ahmad Yani yang masuk ke underpass Gonggo rata-rata masih memilih berputar menuju bunderan tugu padi untuk bisa mencapai Jalan Kertabumi. Padahal jika mengikuti aturan kendaraan ini mestinya berputar dari arah Jalan Tuparev terlebih dahulu sebelum bertemu Jalan Kertabumi. "Pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Niaga tidak efektif. Banyak yang masih melawan arus. Kalau ditegor malah galakan mereka," tandas Wahyu, warga setempat.
Karenanya, Wahyu menyarankan agar ada petugas yang standbay di bunderan tugu padi selain menempatkan petugas dekat underpass Gonggo. Jika itu dilakukan, terang Wahyu, dirinya optimis aturan akan dapat ditegakkan dan sistem satu arah yang diberlakukan pemerintah di ruas Jalan Niaga akan menjadi efektif dan mampu mengurai kemacetan yang terjadi di ruas itu.
Sementara Adie Ilham, warga Karawang Kota yang setiap hari melintas di Jalan Niaga mengatakan yang harus dibenerin adalah saat keluar gonggo baru tidak boleh belok kanan harus lurus ke jembatan layang. Soalnya kalau berbelok akan membuat kemacetan karena dari arah Jatirasa Timur juga ada yang lurus ke jembatan layang. "Harusnya dari arah Jatirasa berputarnya di bunderan bawah jembatan layang," ucap Adie. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template