Normalisasi Sungai Citarum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Normalisasi Sungai Citarum

Normalisasi Sungai Citarum

Written By Mang Raka on Sabtu, 06 Agustus 2016 | 14.00.00


*Kepsek SMPN 1 Telukjambe Barat Ingatkan PJT II

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Pihak sekolah SMPN 1 Telukjambe Barat mendesak agar anak sungai Citarum yang mengalir di depan sekolahnya dinormalisasi. Sehingga ketika musim hujan aliran air bisa mengalir lancar dan mampu menampung tingginya debet air yang selama tidak tertampung oleh anak sungai tersebut, hingga akhirnya meluap dan melimpas ke lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 1 Telukjambe Barat, H. Ahmad Beben, Jumat (5/8) mengatakan itu kepada RAKA. Menurut dia selama ini sekolahnya selalu jadi langganan banjir. Bahkan pada musim hujan beberapa waktu lalu, pagar tembok sekolah sempat roboh, lantaran pondasinya terlalu lama direndam air hingga tidak kuat menahan beban tembok.
"Untungnya tidak menimbulkan jatuh korban dari siswa. Namun kondisi itu membuat resah bukan saja siswa akan tetapi guru-gurunya," kata kepala sekolah yang baru dua bulan menjabat ini.
Bahkan, lanjut Ahmad, para siswa nyaris tidak bisa pulang ketika air mulai menggenangi satu-satunya jembatan yang menghubungkan sekolah dengan jalan raya didepannya.
"Saya berharap pemerintah bisa membantu kami demi proses belajar mengajar yang nyaman karena permasalahan itu bukan saja menyangkut stageholder pendidikan akan tetapi semua unsur terkait," tambahnya.
Karenanya, lanjut Ahmad, dirinya berharap bisa secepatnya ada bantuan pengerukan dasar sungai agar pendangkalan tidak terjadi yang justru membuat jembatan terendam dan malah berimbas kepada aktifitas siswa. "Jujur saja beberapa pejabat dari Dinas Pendidikan sudah berkali-kali melihat keadaan kami hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya," akunya.
Diding (48), petugas keamanan Sekolah pun membenarkan, sungai itu mengalami sedimentasi hingga dasar sungainya mengalami pendangkalan akibat tinginya lumpur di dasar sungai. Makanya, lumpur itu harus diangkat dan itu bisa dilakukan dengan menggunakan alat berat beko. "Kendaraan beko ini kan hanya teknis, yang penting ada normalisasi terhadap sungai ini (anak sungai Citarum)," tandasnya.
Sementara akibat terus-terusan direndam air, Diding menambahkan kondisi jalanan jadi licin. Dirinya khawatir para siswa yang membawa motor ban kendaraannya bisa slip hingga akhirnya terjatuh. "Sampai kini belum ada pihak manapun mau membantu agar sungai menjadi lebih aman. Memang ada informasi akan dikeruk dasar sungainya oleh pihak yang berkompeten, akan tetapi hingga kini belum ada realisasinya. Apalagi pagar yang ini kan baru saja dibangun, tapi kalau melihat kondisinya yang terus-terusan terendam air kondisinya bisa tidak tahan lama," ujarnya.
Hal senada diucapkan warga sekitar sekolah, Ucum (28), pedagang makanan dan minuman ringan, sekolah pernah mengalami musibah pada 2005 lalu, terendam hingga tiga meter. Demikianpun 2015 kemarin juga terendam. Kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas siswa dan hingga saat ini keadaannya masih belum berubah. Air masih tetap menggenangi pagar hingga sudah berjalan enam bulan ini. "Saya yakin, itu pagar bisa ambruk seperti tahun lalu karena yang terjadi saat inipun sama persis seperti beberapa tahun lalu ketika pagar itu ambruk," tandas Ucum. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template