Nasi Uduk Ketua RW - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nasi Uduk Ketua RW

Nasi Uduk Ketua RW

Written By Mang Raka on Rabu, 24 Agustus 2016 | 14.00.00

JATUH bangun lalu bangun lagi. Mungkin itulah kata yang bisa menggambarkan perjuangan hidup Sugeung warga asal Kampung Maja RT 30/07, Perumahan Buana Tamansari Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur ini, dalam berwirausaha. Saat ini Sugeung menjabat Ketua RW nya (RW 07 Perumahan Buana Tamansari). Tidak harus merasa malu kepada siapapun, Sugeung dengan optimis membuka lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dengan berjualan nasi uduk tak jauh dari Mesjid Buana Kassiti.

Pria yang sudah dikaruniai empat orang ini mempunyai kegigihan dalam menjalani hidup, terutama untuk terus mencoba membangun usaha yang telah puluhan kali dicobanya. Termasuk membuka usaha limbah plastik yang sebelumnya sudah berjalan beberapa bulan dan sudah mempunyai karyawan sendiri. Sayangnya, nasib belum berpihak kepadanya.
“Ada saja musibahnya waktu itu, padahal saat membuka usaha plastik lumayan besar juga,” akunya.
Setelah gagal membuka usaha dibidang limbah Sugeung mulai memikirkan usaha apalagi yang akan dijalaninya. Sempat terpikir untuk tidak bekerja, namun saat itu entah darimana ide untuk membuka usaha nasi uduk datang begitu saja. Mulai membuka jajanan gorengan dan jajanan anak-anak dilingkungan dekat rumahnya. Namun apa daya hasilnyapun kurang maksimal. Hingga sampai bepindah berjualan nasi uduk di halaman mesjid tempat tinggalnya.
Usaha yang baru dibangun kurang lebih dua minggu itu sudah mulai dirasaknnya. “Awalnya sempat berpikir juga bisa tidak yah buat nasi uduk, karena sebelumnya tidak ada skil untuk itu. Tetapi, dengan modal awal 400 ribu saat membuat nasi pertama itu banyak gagal, segala nasinya terlalu pulen dan setelah dicoba beberapa kali akhirnya bisa juga,” tuturnya.
Ketua RW 07 di Perumahan Buana Tamansari ini berprinsip segala sesuatu harus dilakukan dengan ikhlas dan percaya kepada yang diatas. Maka segala cobaan atau masalah yang tengah dihadapinyapun terlihat begitu mudah. “Saya sebelumnya kerja sudah enak. Waktu itu kerja di pabrik dan gaji tidak pernah kurang, selalu cukup untuk keluarga, sampai saatnya saya memutuskan untuk cuti dini dan beralih berwirausaha adalah keputusan saya sendiri. Sampai kapanpun kalau bekerja sama orang lain itu akan sulit, tapi ketika kita membuka lapangan pekerjaan buat orang lain itu adalah prinsip hidup saya,” pungkasnya. (yna)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template