Musala Tua di Cipeuteuy Dipugar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Musala Tua di Cipeuteuy Dipugar

Musala Tua di Cipeuteuy Dipugar

Written By Mang Raka on Senin, 15 Agustus 2016 | 15.00.00

TEGALWARU, RAKA - Warga Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana, merasa lega menyusul dibangunnya sistem sanitasi mandi cuci kakus (MCK) di lingkungan musala Nurul Fallah, yang ada dilingkungan kampungnya. Melalui MCK tersebut warga kini bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan mencuci pakaian, piring, mandi dan Wudhu, selain menjadi sumber air untuk memasak.

Keberadaan musala yang memiliki kolam penampung air dengan ukuran 5 meter persegi itu cukup membantu warga yang belum memiliki MCK di rumahnya masing-masing. "Sekarang warga bisa sedikit lega dengan dibangun MCK yang sekarang tengah dikerjakan itu. Ketersediaan MCK sangat minim disini dan ada warga yang juga melakukan aktivitas buang hajat nya di Sungai, maka dengan adanya MCK itu tidak ini bisa menjadi pemicu bagi kita untuk lebih memperhatikan segi kesehatan," ujar Muhtar (53),
tokoh masyarakat Kampung Cipeuteuy, Minggu (14/8).
Dituturkan Muhtar, musalah Nurul Fallah ada setelah Gestapu oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia. Dulunya dibangun oleh warga sekitar dengan corak Panggung karena di bawahnya ada kolam ikan. Lalu seiring perkembangan jaman maka musalah pun kini sudah dipermanenkan dengan memiliki bangunan bertembok bata. Musalah itu sendiri dibanguna oleh Sesepuh Kampung Cipeuteuy yaitu Almarhum Ki Abe. Musalah itu dibuat bersamaa dengan menyerahnya PKI di Jakarta. Waktu itu rumah warga masih jarang dan kini mulai banyak perubahan. Selain dibuat permanen pun musalah sekarang dibangun MCK dengan hasil Swadaya masyarakat serta bantuan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kostrad.
Sementara H.Abas (50) yang juga sebagai Imam Musholla Nurul Fallah pun menegaskan kedepannya bukan hanya MCK tetapi juga renovasi sarana dan prasarana karena tembok sudah mulai terkelupas. "Saya juga berharap ada dermawan yang membantu membangun musalah tua ini, agar tetap ada dan berdiri kokoh. Selain kebutuhan saat ini luas musalah sudah tidak memungkinkan menampung jumlah warga yang sudah bertambah banyak," tuturnya.
Hal senada pun di utarakan Samsiah (32) Warga setempat, warga yang membutuhkan bak penampung air musalah Nurul Fallah hampir separuh lingkungan Rukun Tetangga 12. Hanya saja, ia masih mengeluhkan soal infrastrukturnya. "Cuma fasilitas infrastrukturnya seperti bak dan pipa saluran air tidak begitu baik dan kumuh. Namun warga tetap saja membutuhkannya," terangnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template