Mumpung Lagi Murah, Konsumen Gelar Aksi Borong Terubuk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mumpung Lagi Murah, Konsumen Gelar Aksi Borong Terubuk

Mumpung Lagi Murah, Konsumen Gelar Aksi Borong Terubuk

Written By Mang Raka on Rabu, 03 Agustus 2016 | 15.00.00

TEGALWARU, RAKA - Petani terubuk mengaku tidak bisa mendapatkan keuntungan dari panennya karena panen raya kali ini justru membuat terubuk berlimpah dipasaran sementara pembeli terbatas, sehingga harga pun merosot. Keadaan seperti ini sudah berlangsung selama sepekan.

Dijelaskan, tiga pekan sebelumnya harga terubuk masih tinggi bahkan di bulan Juni harganya tembus Rp 150.000 per ikat berisi 100 batang terubuk. Tetapi sekarang hampir satu pekan harganya anjlok hingga Rp 40.000 per ikatnya. Hal ini membuat petani terubuk hanya bisa pasrah dan merelakan terubuk diterima di pasaran hingga harga jatuh daripada tidak ada yang membeli.
Jabar (44) petani terubuk yang juga Ketua Kelompok tani Desa Cintalaksana, mengatakan kondisi seperti itu sudah biasa dan saat panen bersamaan harga fluktuatif menjadi warna dari sisi penjualan Terubuk dipasaran. Kendati demikian ia tidak khawatir, terlebih saat ini musim hajat dan pesta pernikahan juga khitanan mulai ramai. "Imbasnya bagi ketersediaan terubuk nanti pun akan di buru karena biasanya sayur terubuk menjadi salah satu hidangan yang selalu tersedia di beberapa perayaan. Dampak nya harga pun akan menjadi stabil lagi. Jatuhnya harga karena pasokan banyak pembeli jarang membeli, yang sekarang menjadi keluhan biasa mahal jadi murah," tuturnya.
Hal senada pun dijelaskan Samsu (40), sebenarnya tidak semuanya merugi karena harga standar yang berlaku di areal pertanian memang kisaran nya Rp 40.000 satu ikat, akan tetapi karena saat sebelumnya akan menghadapi lebaran harga terubuk susul-susulan dengan harga daging sapi yang perbedaaannya tipis. Daging sapi saat itu Rp 135.000/kg sementara terubuk bahkan jauh diatas harga daging. "Ketika saat ini anjlok kesan yang di dapat oleh petani seperti jatuh sekali dan harga petani lain dengan harga pasaran. Hanya pembeli kan mesti jauh ke perbukitan jika ingin mendapatkan harga yang agak murah. Memang sejarah terubuk jarang sekali terpuruk karena jarang ada petani yang menanamnya membuat harga stabil saja, tinggal menunggu satu minggu lagi ke depan pun maka saya yakin pasti normal lagi," harapnya.
Sementara, seorang pembeli yang juga menjadi pengunjung lokasi wisata Waterboom di Desa Mekarbuana, Riswad (30), membenarkan harga terubuk saat ini tengah turun maka itu dirinya sengaja memborongnya agak lebih banyak karena sudah mengetahui akan dijadikan apa ketika nanti sudah sesampainya di rumah. "Makanya pas banget dengan kondisi kunjungan saya saat ini. Selain bisa berekreasi bersama keluarga juga sekalian memborong terubuk yang harganya tengah menurun. Rencananya akan saya buat sayur lodeh dengan udang besar yang selalu di buat oleh istri saya. Makanya saya borong sekalian buat oleh-oleh buah tangan dari Loji," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template