Motor Bodong Mau Disisir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Motor Bodong Mau Disisir

Motor Bodong Mau Disisir

Written By Mang Raka on Rabu, 31 Agustus 2016 | 15.00.00

-Sweeping dari Rumah ke Rumah

CILAMAYA WETAN, RAKA - Maraknya motor bodong dan aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Cilamaya, membuat aparat kepolisian dari Polsek Cilamaya segera menggencarkan operasi besar-besaran hingga ke rumah-rumah. Kapolsek Cilamaya Kompol Dadang Gunawan di sela-sela rapat minggon Kecamatan Cilamaya Wetan Selasa (30/8) menyatakan operasi ini segera dilakukan. "Saya melihat sekitar 70 persen kendaraan sepeda motor di Cilamaya ini bodong. Makanya akan kami operasi sebentar lagi," katanya.
Dadang tidak rela di wilayahnya marak dengan istilah motor resmi sebelah, karena jika tanpa surat-surat semisal BPKB dan STNK bahkan SIM, hematnya, sama saja motor bodong. Polisi juga meminta para kepala desa dan tokoh masyarakat untuk tidak melakukan pembenaran dengan alasan apapun bahwa motor-motor bodong itu boleh digunakan dengan alasan kasihan. Terutama bagi petani, anak-anak sekolah yang kurang mampu. Bila memang tidak mampu membeli motor resmi, lebih baik jangan membeli sekalian. "Tidak boleh ada pembenaran apapun bagi pemilik motor-motor bodong, kita akan sisir ke rumah-rumah," kata dia menegaskan.
Lebih jauh Dadang menambahkan, Cilamaya sering disematkan banyak orang sebagai daerah beling atau kampung begal. Ini menjadi beban tersendiri dan menjadi tanggungjawab semua pihak untuk tidak membeli kendaraan tanpa surat-surat resmi. Karena, saat dirinya bertemu dengan para tokoh agama dan masyarakat yang kampungnya digrebeg Polda Jabar, mengaku sangat mendukung jika pembeli motor bodong dan penadahnya ditindak.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan penyisiran dan menyita motor-motor yang tidak memiliki surat-surat resmi. Jauh dari hal itu, jika ada orang yang baru memiliki motor secara resmi dua bulan langsung hilang hingga meminta surat keterangan hilang untuk klaim asuransi, pihaknya juga akan turunkan anak buahnya mengecek ke rumah orang yang mengaku kehilangan kendaraannya tersebut.
Sebab bisa jadi, kendaraan yang hilang itu dijual sendiri, sementara klaim asuransi surat keterangan dari kepolisian hanya dijadikan tameng saja, padahal motor barunya ada. "Warga yang membuat klaim asuransi juga akan dicek kebenarannya, benar tidak kendaraan yang baru dipakai sebulan hilang? jangan-jangan dia jual dan dia dapat yang baru lagi dari dealer," tandasnya.
Kades Rawagempol Wetan, H Udin Abdul Gani mendukung langkah kepolisian merazia motor-motor bodong. Namun, ia ingin agar ada pengecualian, khususnya bagi warga yang tidak mampu. Walaupun dia mengakui, pembenaran apapun tidak bisa dilakukan, karena miskin dan kaya yang menggunakan motor tidak resmi tetap harus ditindak saja. Kemudian kendaraan yang disita, tambah Udin, ia sarankan jika tidak ada yang mengakui, lebih baik dibakar saja biar ada efek jera. "Kalau disita jangan lama-lama, sudah bakar saja motor bodong hasil sitaan kepolisian itu," desaknya. (rud)
Berbagi Artikel :

5 komentar:

  1. Klo mau tegas jngn tanggung2,usut dari semua hal

    BalasHapus
  2. Klo mau tegas jngn tanggung2,usut dari semua hal

    BalasHapus
  3. Motor bodong , knlpot bising,..di sikat saja pak polisi

    BalasHapus
  4. untuk motor bodong saya tidak berkata halal haram. Untuk ini kita data saja para pemiliknya satu kk cukup satu motor selebihnya kita ambil lalu diwajibkan pajak tiap tahunya kepada pemdes dn itu berlaku hanya untuk orang tidak mampu

    BalasHapus
  5. kita setuju aja....gimn pemerintah yg mau menertib kan...

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template