Modus TKI Ilegal, Pura-pura Umroh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Modus TKI Ilegal, Pura-pura Umroh

Modus TKI Ilegal, Pura-pura Umroh

Written By Mang Raka on Rabu, 10 Agustus 2016 | 12.00.00

-Singapura dan Taiwan Jalur Tikus Favorit

KOTABARU, RAKA - Bukan hanya dikenal sebagai daerah lumbung padi dan kota industri saja, Kabupaten Karawang juga dikenal sebagai penyuplai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) paling banyak keenam di Jawa Barat.
"Kalau TKI paling banyak di Jabar dari Indramayu, untuk Karawang urutan nomor 6 se-Jabar," ujar Kepala Balai Pelayanan TKI Terpadu Disnakertrans Jawa Barat Ubun Suryaman, saat kegiatan Diseminasi Informasi Penempatan dan Perlindungan TKI Jawa Barat di aula Kantor Camat Kotabaru, Selasa (9/8).
Saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi pentingnya pemberangkatan TKI secara resmi. Memiliki dokumen yang lengkap, memiliki keterampilan yang cukup, dan kemampuan berkomunikasi bahasa asing dengan baik. Karena tiga hal itu yang sering menjadi latar belakang terjadinya persoalan menimpa para TKI. "Istilahnya berangkat resmi, kerja aman dan nyaman, pulang sukses. Artinya, warga yang mau kerja ke luar negeri harus mengikuti prosedural yang berlaku," jelasnya.
Meski begitu, masih banyak TKI yang bandel dengan perangkat melalui jalur-jalur tikus. Seperti berangkat melalui negara yang diperbolehkan oleh pemerintah seperti Singapura, Taiwan dan lain-lain kemudian berangkat ke Arab Saudi. Atau berangkat saat umroh, kemudian tidak pulang dan menjadi TKI di Arab Saudi. Padahal saat terjadi persoalan itu menjadi persoalan bagi pemerintah, karena mereka berangkat tidak sesuai prosedural atau disebut TKI ilegal. "Memang masih banyak yang berangkat melalui jalur tikus. Saat terjadi kasus ini yang menyulitkan kami. Karena mereka ilegal. Padahal kalau resmi, jika terjadi permasalahan akan bisa diurus dengan baik," jelasnya.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Karawang, Teo Suryana menambahkan, pemerintah akan terus memperketat aturan keberangkatan TKI. Diantaranya dengan program paten. Dan setiap calon TKI harus memiliki rekomendasi dari desa dan kecamatan.
"Jadi bukan kami tidak memperbolehkan mereka berangkat menjadi TKI. Tapi harus sesuai prosedur, karena saat ada masalah kami juga yang repot," ujarnya.
Bahkan Teo menghimbau kepada warga Karawang, agar tidak mudah tergiur untuk berangkat keluar negeri, hanya dengan status sebagai TKI. Atau karena diiming-imingi uang. Karena Pemerintah Kabupaten Karawang saat ini tengah gencar mendorong warganya, untuk bisa terlibat di dunia industri. "Lebih baik jangan jadi TKI. Mendingan kerja saja di sini. Karawang kan sebagai kota industri juga," ujarnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template