Minat Investor Masih Tinggi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Minat Investor Masih Tinggi

Minat Investor Masih Tinggi

Written By Mang Raka on Selasa, 02 Agustus 2016 | 14.00.00

KARAWANG,RAKA - Meski Kabupaten Karawang merupakan kabupaten dengan upah minimum kabupaten (UMK) tertinggi di Indonesia, ternyata sangat diminati investor baik itu PMA maupun PMDN. Buktinya, Karawang masih menempati posisi kedua setelah Kabupaten Bekasi dengan nilai investasi untuk triwulan pertama mencapai Rp 4,47 triliun

Sekretaris Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT), Wawan Setiawan mengatakan, total realisasi investasi tahun 2016 merupakan nilai investasi yang bersumber dari proyek PMA dan PMDN, yang menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) melalui pengelolaan sistem pelayanan informasi dan perizinan investasi secara elektronik, dan nilai investasi proyek PMDN non LKPM yang bersumber dari potensi-potensi investasi lainnya pada bulan Januari sampai Maret 2016. "Total realisasi investasi di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat mencapai Rp 35 triliun. Sesuai data dari LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) Jawa Barat," ujar Wawan, Senin (1/8).
Menurut Wawan, realisasi investasi terdiri dari Rp 28,5 triliun yang merupakan realisasi investasi wajib LKPM dan Rp 6,9 triliun yang merupakan realisasi investasi proyek non LKPM, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 55.382 orang untuk proyek wajib LKPM dan 19.573 orang untuk proyek non LKPM. "Di Karawang sendiri investasi sebesar Rp 4,4 triliun  dengan 7803 orang tenaga kerja dan jumlah 160 LKPM," terang  Wawan.
Karawang berada diurutan kedua, lanjut Wawan, karena  Kabupaten Bekasi nilai investasinya sebesar Rp 18,6 triliun dengan jumlah tenaga kerja mencapai 28.485 orang. "Kemungkinan angka investasi Karawang dan kabupaten Bekasi tidak terlalu jauh jika semua perusahaan melaporkan investasinya. Sebab kemungkinan masih banyak yang belum melaporkan investasinya," imbuhnya.
Wawan memprediksi, penurunan investasi di Karawang kemungkinan karena adanya undang-undang perindustrian yang mengharuskan setiap industri berada di kawasan industri. Sementara banyak pengusaha yang ingin berinvestasi ke Karawang berada di zona industri. "Banyak perusahaan yang kita tolak karena mengajukan izin industri bukan di kawasan industri," katanya. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template