Merokok Tanpa Tembakau - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Merokok Tanpa Tembakau

Merokok Tanpa Tembakau

Written By Mang Raka on Selasa, 23 Agustus 2016 | 18.35.00

-Vaporizer tak Ambil Pusing Isu Harga Rokok

KARAWANG, RAKA - Isu kenaikan harga rokok hingga Rp 50 ribu, ternyata membawa untung bagi penjual rokok elektrik. Berdasarkan penelusuran Radar Karawang, banyak pecandu rokok tembakau akhirnya menjadi vaporizer-sebutan bagi perokok elektrik.
Di Toko Goodfather yang berada di Jalan Raya Pasundan No 2, Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, misalnya. Terlihat para vaporizer sedang asyik menikmati rokok berbagai aroma dan rasa. Mereka merasa jika rokok elektrik lebih sehat, irit, dan bisa memilih ragam rasa sesuai selera. "Sejak mengenal rokok elektrik dari tahun 2013, saya berhenti merokok (tembakau)," ungkap Ombob saat ditemui di Toko Goodfather, Senin (22/8) malam.
Kencangnya hembusan isu kenaikan harga rokok, menurut Ombob bisa membuat jumlah vaporizer meningkat. Karena jika hitung-hitung, lebih hemat merokok elektrik dibanding konvensional. "Bisa jadi juga, dengan adanya kabar mau naik harga rokok. Jadi sekarang banyak juga pemulanya (baru beralih ke rokok elektrik)," pungkasnya.
Hal serupa diungkapkan pemilik Goodfather, Iyonks. Usaha yang dibangunnya empat bulan silam bersama sang istri, kini mulai menuai hasil. Dalam sebulan tidak kurang bisa mendulang keuntungan Rp 5 juta. "Dua bulan terakhir penjualan cukup lumayan," ungkapnya.
Ia melanjutkan, rencana pemerintah menaikan cukai rokok ternyata membawa dampak positif bagi usahanya. Iyonks mencontohkan, dua bulan pertama penghasilan yang diperoleh, tidak sebesar saat ini. "Ya, bisa jadi gara-gara ada isu kenaikan harga rokok. Jadi banyak juga pemula yang beralih ke rokok elektrik," terangnya.
Tidak puas dengan hasil yang diperoleh, lelaki bertopi yang terlihat bersahaja itu mulai melakukan terobosan. Ia berani membuat sendiri liquid-cairan rokok elektrik-beragam rasa. "Liquid Goodfather ada yang 90 ribu, ada juga yang 135 ribu. Tergantung rasa dan takarannya sih. Beda harga pasti beda rasanya juga," tandasnya. (ian)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Mengenai isu kenaikan harga rokok,..menjadi 50rb,..saya m3ndukung,.. menurut saya rokok elektric sbenarnya yg di hisep nya ada lah uap,..bukan asap.jd saya kira tidak terlalu berbahaya juga

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template