Mau Izinkan Tambang Pasir Laut, Asal Ada Kompensasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mau Izinkan Tambang Pasir Laut, Asal Ada Kompensasi

Mau Izinkan Tambang Pasir Laut, Asal Ada Kompensasi

Written By Mang Raka on Selasa, 02 Agustus 2016 | 15.30.00

Pemkab Karawang Kewalahan Atasi Abrasi

Kewalahan mengatasi abrasi di pesisir utara, Pemkab Karawang menuding penambang pasir laut ilegal sebagai biang keroknya. Meski begitu, pemkab tidak mampu mengambil tindakan tegas dengan dalih keterbatasan kewenangan, anggaran dan personel.
Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamaksari mengatakan,  berdasarkan data yang dimiliki pemkab, terdapat 5 perusahaan yang diduga aktif mencuri pasir di wilayah laut Karawang. "Sudah hampir 10 tahun mereka beroperasi di laut Karawang dan Pemkab Karawang tidak bisa melakukan penindakan karena keterbatasan yang kita miliki," katanya kepada wartawan, Senin (1/8).
Menurut Jimmy, sudah banyak perusahaan penambangan pasir yang mengajukan izin eksploitasi pasir di sepanjang laut Karawang. Hanya saja Pemkab Karawang hingga saat ini belum pernah mengeluarkan izin. "Permohonan izin tersebut diajukan pengusaha sejak zaman 4 bupati sebelumnya. Namun hingga sekarang kita belum mengeluarkan izin," katanya.
Jimmy mengungkapkan, laut Karawang menjadi incaran para pengusaha tambang karena masih perawan dan belum dikelola oleh pemerintah. Padahal kebutuhan pasir laut sangat dibutuhkan karena gencarnya pembangunan atau reklamasi pantai seperti di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara. "Di laut Banten dan Lampung kabarnya sudah hampir habis, makanya mereka melirik Karawang yang masih orisinil. Karena Pemkab tidak mengeluarkan izin makanya mereka akhirnya diam-diam mencuri di sepanjang laut Karawang," katanya.
Meski begitu, pihaknya akan mengusulkan kepada Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana agar mau memanggil para pengusaha penambang ilegal tersebut untuk mencari solusi bersama. Salah satu solusinya yaitu pemerintah memberikan izin pertambangan secara terbatas dengan syarat pengusaha mau membangun tanggul sabuk laut untuk menahan ombak di sepanjang pantai Karawang. Selain itu, pengusaha juga wajib membangun rumah tidak layak huni kepada masyarakat sekitar pantai. "Saya estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk itu mencapai Rp 50 miliar lebih. Dari pada seperti sekarang ini, sebaiknya solusi ini dipertimbangkan," katanya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template