LSM Kompak: Kami akan Ikuti Proses Hukum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » LSM Kompak: Kami akan Ikuti Proses Hukum

LSM Kompak: Kami akan Ikuti Proses Hukum

Written By Mang Raka on Rabu, 24 Agustus 2016 | 15.00.00

PURWAKARTA, RAKA - Buntut pengrusakan kantor leasing Bintang Mandiri Finance Purwakarta, 9 anggota LSM harus berurusan dengan pihak kepolisian. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kompak Purwakarta Ketua DPC LSM Kompak Purwakarta, Luthfi Bamala membenarkan kejadian tersebut.
Kejadian ini, kata dia, bermula saat masyarakat atas nama Gunawan datang ke kantor LSM Kompak Purwakarta untuk meminta pendampingan dan bantuan lantaran nasabah leasing ini merasa dirugikan. "Kami rasa Gunawan ini layak kita bantu, kita dampingi. Menurut laporan yang saya terima pada hari Kamis saat datang ke leasing, pihak leasing tetap tidak bisa memberikan solusi apapun, padahal nasabah mau membayar tunggakan," kata dia, kemarin.
Soal pengrusakan yang dilakukan oleh anggotanya, kata dia, pihaknya sama sekali tidak mengetahui. Karena pada saat kejadian, dia mengaku tengah berada di kantor DPD Golkar Purwakarta, menghadiri agenda rapat. "Saya tidak pernah memerintahkan apapun, saya mendapat kabar setelah kejadian dari Kasatreskrim bahwa ada anggota LSM Kompak yang melakukan pengerusakan di leasing dan saya sebagai ketua langsung membawa anggota saya yang merusak ke Mapolres untuk diperiksa,"jelasnya.
Atas insiden ini, sambung dia, pihaknya akan bertanggung jawab penuh dan akan mengikuti proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Sebagai ketua, jelas saya menyesalkan tindakan anggota saya. Tapi kami juga meminta keadilan bahwa leasing juga harus di proses hukum, dan Gunawan telah melakukan pelaporan ke Mapolres dengan pasal penipuan dan perampasan," tegas dia.
Sementara, Gunawan salah satu konsumen leasing Bintang Mandiri Finance yang memiliki unit mobil Pick Up Carry dengan nomor polisi T 8576 AF membenarkan, bahwa dia telah mengadu ke Mapolres Purwakarta dengan pasal perampasan Sabtu (20/8) lalu. Gunawan menceritakan, sebelumnya pihak leasing Bintang Mandiri Finance atas nama Ashari yang mengaku dari pusat datang kekediamannya di Desa Malang Nengah, Kecamatan Sukatani lantaran belum membayar angsuran selama 3 bulan. Namun sebelum ditarik, Gunawan berjanji membayar keterlambatan cicilannya tersebut. Tapi pihak leasing menolak dan meminta agar dirinya langsung datang ke kantor.
Namun, sambung Gunawan, saat ke kantor Bintang Mandiri Finance yang berada di Jalan Veteran Sadang Purwakarta untuk menyetorkan keterlambatan cicilannya, pihak leasing tidak merespon. Saat dia membawa uang untuk menutupi keterlambatan cicilan selama tiga bulan, justru harus dibayarkan lunas 8 bulan sekaligus. Dengan alasan untuk mengecek mesin, pihak leasing ternyata mobil kreditan Gunawan dibawa ke pool Bintang Mandiri Finance tanpa sepengetahuannya. "Saya mau membayar tunggakan 3 bulan Selasa (16/8) pukul 17.00, namun tidak direspon oleh pihak leasing yang dikatakan langsung oleh kacabnya Soleh. Bahkan Soleh meminta uang sejumlah Rp 40 juta bila ingin unit dikembalikan, bahkan Ashari merebut kunci mobil dari tangan saya pada waktu itu dan setelah ditanyakan dibawa langsung ke pool di Cibening. Akhirnya setelah berdebat panjang dan pihak leasing tetap tidak ada respon pukul 23.00 saya dan istri pulang kerumah menggunakan angkot," jelasnya.
Tak hanya disitu, Kamis (18/8) pagi, ia datang kembali ke kantor untuk membayarkan angsurannya. Tapi tetap tidak direspon oleh pihak leasing dengan alasan harus ada kebijakan dari pusat. Parahnya lagi, nilai yang harusnya dilunasi naik mencapai Rp 45 Juta. Bertambah Rp 5 Juta dari jumlah yang sebelumnya harus dibayarkan. Padahal, total cicilan yang harus dibayarkan Rp 26 juta. "Bahkan hingga kami mengadukan nasib kami ke LSM Kompak dan mendatangi Bintang Mandiri Finance kemudian bertemu langsung dengan kacabnya berikut Ashari, tapi tetap tidak bisa memberikan keputusan apapun. Dan mereka tetap kepada keputusannya, bahkan saat Sekertaris LSM Kompakpun memohon pun tidak diindahkan," bebernya.
Sementara, Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, saat diminta keterangannya membenarkan adanya penahanan terhadap 9 anggota LSM Kompak Purwakarta. "Kita telah amankan, karena mereka telah melakukan pengerusakan di Leasing Bintang Mandiri Finance. Seharusnya tindakan premanisme seperti ini tidak boleh terjadi. Saya sesalkan hal itu, begitu juga dengan perusahaan Finance yang kerap menggunakan jasa preman untuk mengambil unit kendaraan yang menunggak, itu juga kami sesalkan," singkatnya. (awk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template