Larangan Buang Sampah ke Sungai Disepelekan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Larangan Buang Sampah ke Sungai Disepelekan

Larangan Buang Sampah ke Sungai Disepelekan

Written By Mang Raka on Senin, 15 Agustus 2016 | 15.30.00

TEGALWARU, RAKA - Kebiasaan buruk warga membuang sampah di sungai masih sangat tinggi. Sementara upaya pemerintah menumbuhkan kesadaran warga hingga saat ini belum memperlihatkan hasil.

Pantauan di lapangan, Minggu (14/8) tumpukan sampah terdapat hampir merata di sungai-sungai yang ada di Kecamatan Tegalwaru. Sampah-sampah tersebut mengganggu kualitas air yang seharusnya lebih bersih dan tidak menjadi sampah bagi areal persawahan. Pemerintah sendiri merasa sudah cukup memberikan informasi terkait bahayanya membuang sampah di sungai.
Demikianpun sosialisasi kesehatan terhadap penyakit yang ditimbulkan akibat sampah. Yakni bakteri dan bibit penyakit saat sampah membusuk juga bahayanya sampah plastik yang tidak bisa serta merta di olah oleh tanah secara alami. Pencerahan itupun sudah diberikan akan tetapi kembali lagi masalah klasik ketersediaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) yang tidak ada, sehingga menghambat upaya-upaya tersebut.
Sejumlah sungai yang jadi sasaran buang sampah seperti Sungai Cigeuntis, Cikumpeni dan Sungai Cikatulampa. Ditiga aliran sungai itu sampah tampah mengotori, bahkan ada yang sudah mengendap membentuk bendungan hingga menghambat aliran air. Sampah sungai yang ada rata-rata hasil rumahan seperti plastik, streoform serta tumpukan tanah malah mengendap di beberapa sisi pinggiran sungai.
Danu Soleh pemerhati lingkungan disana membenarkan hampir setiap sungai di wilayah Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru menjadi tempat buang sampah warga. Itu semua karena selain pemerintah kurang serius dalam memberikan penekanan agar sampah tidak dibuang di sungai, juga tidak adanya Tempat Pembuangan Sampah Akhir. "Warga tidak membuang sampah ke kebun kosong karena kebun itu ada pemiliknya. Berbeda kalau ke sungai, pemikiran warga kan tidak sampai untuk berpikir sungai itu milik siapa," ucapnya seraya menyarankan agar pemerintah membuatkan tempat buang sampah akhir di karawang selatan.
Sementar Iyad (40) juga pemerhati lingkungan menuturkan kemungkinan warga nekat tetap membuang sampah ke sungai meski sudah dilarang, karena sampai saat ini belum ada sistem pengelolaan sampah di wilayahnya. Itupun terjadi karena tidak adanya tempat membuang sampah akhir. Sehingga pilihan warga membuang sampah ke sungai jadi pilihan yang mudah. "Membuang sampah yang paling aman dan tidak menimbulkan konflik ya sungai. Tidak ada peluang masalah dengan siapapun. Jika membuang sampah di lahan terbuka atau lahan kosong justru malah membuat masalah keributan dengan pemilik. Jadi wajar kalau sungai jadi tujuan mereka untuk buang sampah," ujarnya.
Di tempat lain, Enjuh Juhaya (39) anggota Badan Pertimbangan Masyarakat Desa Mulangsari, menjelaskan, permasalahan sampah bukan hanya di kota tapi di perkampungan pun kini mulai menjadi persoalan tersendiri yang harus ada penangan yang serius, bukan saja bagi pemerintah tapi juga masyarakat. Dan persoalan sampah belum serius di tanggapi dengan bijak oleh semua stageholder. "Seharusnya sebelum menjadi persoalan yang luas Pemerintah harus bisa menekan permasalahan itu dengan tanggap dan serius agar ada solusi hingga masyarakat jera dengan membuang sampah di sungai. Kadang konotasi serius buang sampah ringan tidak keras atau terkesan tidak mau tahu, Sekarang kalau kebiasaan itu sudah mengkristal maka pemerintah dan masyarakatlah yang dihakimi oleh kebiasaan buruk itu," pungkasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template