Lapak Kumuh Pedagang Menjamur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lapak Kumuh Pedagang Menjamur

Lapak Kumuh Pedagang Menjamur

Written By Mang Raka on Selasa, 23 Agustus 2016 | 12.30.00

BATUJAYA, RAKA - Daerah kumuh di sepanjang saluran irigasi kembali bertambah jumlahnya. Lapak-lapak para pedagang yang memanfaatkan saluran irigasi untuk kegiatan usahanya itu semakin membuat daerah tersebut semakin tidak sedap dipandang mata. Khususnya di bantaran irigasi sepanjang Pasar Batujaya menuju Kecamatan Pakisjaya yang saat ini ramai dijadikan lapak-lapak para pedagang yang menjajakan dagangannya.
Menurut para pedagang yang mendirikan bangunan disepanjang bantaran irigasi tersebut menjelaskan bahwa selain karena faktor tidak adanya biaya untuk mendirikan bangunan yang lebih layak dan strategis, juga dikarenakan faktor teknis dalam pemanfaatan air irigasi yang kebetulan berada di halaman belakang lapak-lapak tersebut. Seperti yang dingkapkan Karsum(55) pedagang yang memiliki lapak dagangan di daerah kumuh tersebut. Menurutnya faktor ketersediaan air yang melimpah ruah membuat dirinya tidak kesulitan mendapatkan air. ”Cuma tinggal nimba saja dari saluran irigasi, daripada kita mompa atau langganan air otomatis pakai biaya, kalau ini kan gratis,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa air merupakan faktor utama yang membuat dirinya betah bertahan dengan kondisi seperti itu. Meskipun kualitas air yang buruk serta berbau tersebut terkadang memang membuatnya sedikit tidak nyaman. ”Memang air irigasi inikan banyak sampahnya, selain itu juga limbah-limbah dari rumah tangga ataupaun kotoran manusia juga kerap mengganggu pemandangan namun untuk saat ini hanya ini yang bisa kita lakukan,” terang bapak beranak satu tersebut.
Bahkan dirinya menjelaskan jika selama ini kebutuhan MCK serta cuci gelas dan piring yang notabene akan dihidangkan beserta makanannya tersebut selalu dicuci menggunakan air irigasi yang keruh dan kotor tersebut. Masih menurut dirinya keadaan ini memang sudah berlangsung sejak lama namun para pedaganag serta dirinya belum mempunyai hasrat untuk meninggalkan tempat tersebut. ”Kita sebenarnya ingin punya tempat yang bagus dan nyaman namun ya itu tadi karena faktor biaya juga kita seperti ini,” imbunya. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template