Lahan Pasar Cilamaya Pekan ini Diukur BPN - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lahan Pasar Cilamaya Pekan ini Diukur BPN

Lahan Pasar Cilamaya Pekan ini Diukur BPN

Written By Mang Raka on Rabu, 24 Agustus 2016 | 14.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Luas lahan Pasar Cilamaya hingga detik ini masih menuai kontroversi. Musababnya, memasuki tahapan revitalisasi 2 tahun ke depan, luas lahan milik Pemkab versi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan pemerintah desa berbeda. Meski demikian, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang segera turun akhir pekan untuk melakukan pengukuran lahan tanah pasar perbatasan Karawang-Subang tersebut.
Dikatakan Kaur Trantib Desa Cilamaya, Wahyu, minggu ini BPN bakal mulai melakukan pengukuran. Mana saja yang belum dan akan tersertifikasi akan muncul. Hanya saja, luas lahan tanah yang dulunya mungkin disebut "Tanah Bebas" ini, berbeda datanya antara Disperindag dengan pemerintah desa. Sebab Wahyu menyebut, luas lahan pasar Cilamaya berdasarkan data desa hanya seluas 9.644 meter atau masih kurang dari 1 hektar sekalipun. Namun, versi Disperindag konon luas lahan pasar Cilamaya mencapai 2 Hektar. Entah dari mana luas lahan versi Disperindag itu diperoleh, yang jelas kalau desa memiliki bukti letter C. Apalagi mengenai kepastian luas harusnya juga diverifikasi provinsi dan mungkin belum dimasukan aset Pemkab. "Nanti pengukuran BPN pada pekan ini, saya kira BPN akan mengukur sesuai data lahan yang dimiliki desa," jelas dia.
Senada diungkapkan Kasie Trantib Kecamatan Cilamaya Wetan, Abdullah AM. Pekan kemarin sebenarnya BPN sudah datang ke Pasar Cilamaya dan meminta pengawalan keamanan saat hendak pengukuran kepada pol PP. Namun, karena mungkin alat yang dibawanya terbatas hanya satu saja alat ukur, BPN kemudian batal melakukan pengukuran lahan aset Pemkab tersebut.
Sehingga, akan dilanjutkan dengan pengukuran lagi pada pekan ini. Diakui Abdullah, versi Pemkab memang menyebut luas lahan pasar mencapai 2 hektar, namun data yang ada didesa justru kurang dari 1 hektar yaitu di kisaran 9,6 ribu hektar. Mungkin terkanya, bangunan-bangunan di pasar banyak juga yang berdiri swadaya di luar data yang ada. Dirinya juga belum faham, apakah nanti yang akan diukur tersebut adalah versi desa atau dinas. Namun ia mencatat, data desa itu kuat karena memiliki letter C. "Kalau data lahan pasar ini ada data dua begini, kita lihat BPN pakai yang mana?," tandasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Wilayah II Banjar mengatakan, soal angka pasti lahan pasar, pada waktu rapat di pemkab tim dari Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) menyatakan bahwa data belum valid, karena sertifikat sedang dalam proses penyeselaian di bagian  aset dan BPN. "Dulu waktu rapat dengan TKKSD dinyatakan memang soal data lahan Pasar Cilamaya ini belum valid," ungkap dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template