Kwartir Ranting Sering Susah Dapatkan Anggaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kwartir Ranting Sering Susah Dapatkan Anggaran

Kwartir Ranting Sering Susah Dapatkan Anggaran

Written By Mang Raka on Senin, 15 Agustus 2016 | 14.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Paska Jambore Nasional (Jamnas) di Cibubur Kabupaten Bogor berakhir, sejumlah Kwartir Ranting (Kwaran) di berbagai kecamatan mulai ancang-ancang mempersiapkan Jambore Ranting (Jamran) Pramuka. Ada yang diakhir bulan Agustus ini, sampai awal September mendatang. Namun, masuknya Ekstrakulikuler wajib Pramuka dalam Kurtilas, masih belum membangun kesadaran iuran wajib anggota Pramuka yang hanya Rp 250 perak perbulannya.
Itu diakui Ketua Kwaran Pramuka Kecamatan Cilamaya Wetan, Toni S.pd. Di satu sisi, ada aturan larangan memungut uang pada siswa di sekolah, di sisi lain UU Kepramukaan mewajibkan iuran anggota pramuka Rp 250 perbulannya. Kondisi keuangan yang macet di internal Kwaran karena kurang responsifnya anggota pramuka maupun Pembina Gusus (Mabigus) di tingkat SMP dan SMA, juga tidak pernah ditopang operasional bantuan untuk anggaran Kwarcab ke kwaran.
Sebab, rata-rata Kwaran, harus bekerja ekstra walau hanya ingin menggelar agenda tahunan semisal jambore ranting. Padahal, kalau dihitung satu SMP misalnya dengan murid seribu, jika Rp 250 saja persiswa per bulan , berarti satu siswa hanya dikenakan iuran Rp 3 ribu pertahunnya, dikalikan jumlah siswa hanya Rp 3 juta pertahun yang harusnya masuk ke Kwaran. Namun, saat dimintai angka demikian, rata-rata kurang responsif, sampai cekak sekalipun Rp 1,5 juta masih disebut menuai persoalan. Padahal jika iuran Rp 250 itu jalan di SMP dan SMA/SMK, setidaknya bisa digelar Jamran yang optimal. "Sekali Jamran itu butuh sekitar Rp 10 jutaan minimalnya, sekarang Kwaran risih, karena kewajiban bayar Rp 250 persiswa pertahun ini belum berjalan optimal," jelas dia.
Lebih jauh Toni menambahkan, Kwaran rata-rata akan menggelar Jamran di awal September. Di Kecamatan Cilamaya Wetan sendiri, akan digelar pada 5-6 September mendatang di lapangan Desa Sukakerta setelah sebelumnya juga sukses mengirimkan 2 kepesertaan Jambore Nasional (Jamnas). Pihaknya berharap, respon semua pihak atas suksesi Jamran ini, baik tenaga, pikiran maupun materi, termasuk para anggota Pramuka di tingkat SMP dan SMA/SMK. Diharapkan tahapan-tahapan organisasi kepanduan ini bisa diikuti tingkatannya dengan disiplin dan baik. "Kita akan menggelar Jamran pada 5-6 September mendatang," ujarnya.
Senada diungkapkan Ketua Kwaran Kecamatan Lemahabang Asep Sudana S.pd,
Di Lemahabang, kewajiban iuran pramuka itu sebesar Rp 200 persiswa perbulan, masing-masing Kwaran tidak selalu sama karena besarannya tergantung musyawarah. Memang, Rp 200 saja sulitnya dirasakan, utamanya untuk anggota Pramuka ditingkat SMP dan SMA. Bukan karena kurang respon dari kepala sekolah atau anggotanya, melainkan kurangnya komunikasi Kamabigusnya untuk mensosialisasikan hal ini. "Sulit sama sekali khususnya SMP dan SMA, tidak ada pemasukan karena Kamabigusnya macet," tandas dia.
Sementara Ketua Kwaran Kecamatan Telagasari, Marjudi S.pd juga mengaku akan kembali menggelar Jamran di lapangan Kalisari pada 5-6 September nanti. Dipilihnya lapangan Desa Kalisari, karena akses jalan untuk parkiran dan representasinya cukup memadai, termasuk sumur-sumur milik warga yang diboking bagi para siswa di setiap gugusnya. "Ya kita nanti menggelar Jamran kembali di lapangan Desa Kalisari pada 5-6 September mendatang," jelas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template