Kongres Sungai Bisa Jadi Pepesan Kosong - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kongres Sungai Bisa Jadi Pepesan Kosong

Kongres Sungai Bisa Jadi Pepesan Kosong

Written By Mang Raka on Senin, 08 Agustus 2016 | 16.46.00

KARAWANG, RAKA - Beragam cara dilakukan untuk menyelamatkan sungai di Jawa Barat. Namun, alih-alih semakin jernih, kondisi sungai justru semakin tercemar.
Kongres Sungai yang digelar di Kampung Budaya, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, pada 6-7 Agustus kemarin, contohnya. Meski menghasilkan Maklumat Revolusi Sungai Jawa Barat, dan ditandatangani oleh perwakilan aktivis lima sungai yakni Citarum, Cisadane, Ciliwung, Citanduy dan Cimanuk-Cisanggarung, bisa menjadi pepesan kosong jika tidak didukung oleh tindakan tegas dari pemerintah. Pasalnya, sudah berkali-kali deklarasi penyelamatan sungai dilakukan, tetap saja pabrik berskala besar yang terang-terangan membuang limbah berbahaya ke sungai, tidak pernah diberi sanksi keras.
Ketua Pelaksana Kongres Sungai Jawa Barat, Hendro Wibowo mengatakan, saat ini 80 persen sungai di Jawa Barat rusak. Dimana kerusakan tersebut hampir 80 persen diakibatkan oleh manusia dan 20 persen karena alam. "Tanggung jawab untuk melakukan perbaikan terhadap sungai bukan hanya perusahaan atau pemerintah, akan tetapi komunitas. Pergerakan masyarakat atau komunitas ini pun harus dipengaruhi dengan kebijakan, dan tindakan yang nyata," ujarnya kepada wartawan, Minggu (7/8) kemarin.
Hendro menganggap sejauh ini banyaknya lembaga di pemerintahan yang mengurusi sungai, sering terjadi tumpang tindih kebijakan dan tidak terjadi kesepahaman gotong royong antarlembaga, untuk mewujudkan lingkungan yang baik. Padahal, urusan sungai seharusnya bukan hanya berbicara pada badan sungainya saja, melainkan berbicara dari kualitasnya, daerah resapannya dan budaya masyarakatnya. "Pengrusakan sungai bukan hanya pada pencemarannya, melainkan pembabatan hutan dan pertambangan liar," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, tak menampik soal lemahnya kordinasi antarlembaga yang mengurusi sungai. "Koordinasi menjadi masalah kita selama ini," ungkapnya.
Deddy juga berharap dalam kongres sungai Jawa Barat, persatuan gotong royong antarkomunitas mampu menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah, untuk mewujudkan masyarakat cinta sungai. Selain menghasilkan maklumat revolusi sungai Jawa Barat, dalam kongres sungai pun dibentuk koalisi melawan tambang. (ops/psn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template