Kereta Kencana Nyi Mas Malati Bawa Bendera Merah Putih - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kereta Kencana Nyi Mas Malati Bawa Bendera Merah Putih

Kereta Kencana Nyi Mas Malati Bawa Bendera Merah Putih

Written By Mang Raka on Kamis, 18 Agustus 2016 | 15.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Prosesi pengibaran bendera dengan di awali kirab bendera tidak hanya di lakukan di Istana Negara Jakarta saja. Kabupaten Purwakarta pun tidak mau ketinggalan dengan mengawali kirab bendera merah putih, Rabu (17/8).
Kirab tersebut, diawali dari Museum Diorama Tatar Sunda atau Bale Panyawangan Jalan KK Singawinata Purwakarta menuju Taman Pesanggrahan Padjadjaran, tempat digelarnya upacara bendera sebagai puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Purwakarta. Jika kereta kencana Ki Jaga Raksa menjadi pembawa bendera dalam kirab dari monas menuju Istana Negara. Maka pasangan Ki Jaga Raksa yakni kereta kencana Nyi Mas Malati membawakan bendera merah putih yang akan dikibarkan di Taman Pesanggrahan Padjadjaran Purwakarta. Bendera merah putih terlihat diserahkan oleh Kepala Kantor Arsip Daerah Nina Meinawati yang secara kelembagaan membawahi Museum Diorama Tatar Sunda kepada Nurlaela (16), anggota pasukan pengibar bendera yang kemudian menaiki Nyi Mas Malati. Prosesi tak biasa ini kontan menjadi pusat perhatian masyarakat. Mereka tampak antusias mengabadikan momen kirab melalui smartphone yang mereka miliki.
Salah seorang warga Purwakarta, Angga Wijaya (28) menuturkan, dirinya sejak pukul 07.30 WIB sudah menunggu iring-iringan kirab yang baru pertama kali digelar tersebut.
"Kali ini beda sekali pak, unik kelihatannya, sebelum upacara ada iring-iringan dulu. Baru pertama kali juga kan di Purwakarta ada yang seperti ini. Ini tontonan seru buat kami,'' Ujar karyawan perusahaan swasta tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, kirab bendera yang dia gagas, sebenarnya sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Menurutnya, simbol-simbol nasionalisme harus didekatkan kepada masyarakat luas, agar semakin terasa potensi persatuan yang selama ini sangat nisbi. "Potensi bangsa Indonesia itu kan persatuan. Momentum kirab di Istana Negara maupun di Purwakarta itu satu visi yakni mendekatkan masyarakat kepada simbol persatuan, simbol kenegaraan, juga mendekatkan simbol negara kepada akar kebudayaannya," ujarnya.
Warna merah dan putih, kata Dedi, sangat akrab dalam kehidupan sosio kultural orang Sunda, sehingga saat orang Sunda memberikan nama untuk anaknya pastilah membuat bubur merah dan bubur putih. Saat orang Sunda mendirikan bangunan, lanjut dia, pasti kain merah dan kain putih selalu diikatkan di salah satu tiang pancang bangunan tersebut. "Merah putih itu lahir dari kehidupan masyarakat Nusantara, masyarakat Sunda diantaranya. Kasih nama anak pake bubur merah dan bubur putih. Mendirikan bangunan, tiangnya diikat kain merah dan kain putih. Coba lihat deh ke kampung-kampung. Mereka memelihara kebiasaan itu sampai saat ini,'' tuturnya.
Seperti diketahui, upacara pengibaran bendera di Taman Pesanggrahan Padjadjaran ini turut diikuti oleh satuan Kopassus, Paskhas TNI AU, Kavaleri, Yon Armed dan Brimob. Turut pula hadir sebagai tamu VIP seluruh jajaran Forum Komunikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta.(gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template