Keluhan tak Ditanggapi Bupati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Keluhan tak Ditanggapi Bupati

Keluhan tak Ditanggapi Bupati

Written By Mang Raka on Kamis, 11 Agustus 2016 | 16.30.00

- Warga Desa Palinggihan Kesal

PLERED,RAKA- Warga di Kampung Palinggihan, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, kesal keluhannya tentang pembangunan tower ilegal di kampung mereka tidak ditanggapi Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.
Padahal, keluhan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada camat dan ditembuskan kepada pihak terkait, termasuk pimpinan DPRD dan Bupati Purwakarta. "Kita bahkan sudah kirimkan keluhan melalui SMS center bupati, sayang belum direspon," kata Iwan (37), warga Desa Palinggihan, kemarin.
Menurut Iwan, bisa jadi, keluhan tersebut belum direspon orang nomor satu di Purwakarta, lantaran dianggap hal sepele sehingga tidak prioritas. Namun, bagi warga ini justru perkara serius. Apalagi, sekarang beberapa warga sudah mulai saling curiga. Bahkan, cenderung tidak akur. Ini menyusul adanya upaya pemilik tower membungkam warga dengan cara menawarkan kompensasi kepada warga Rp 1-3 juta. "Warga bukan hanya dibuat was-was, bahkan dibuat tidak akur gara-gara proyek tower ilegal ini," ketus Iwan.
Warga berharap, pihak terkait segera bersikap terhadap keberadaan proyek tersebut. Terlebih, belum jelas untuk apa tower itu didirikan. Pihak mini market yang sebelumnya dituding warga sebagai pemilik tower justru mengaku tidak tahu menahu dan membantah terlibat.
Protes pembangunan tower ini, karena warga khawatir ada dampak negatif bangunan tersebut. Apalagi tinggi tower menjulang hingga lebih 20 meter dengan diameter sekitar 50 sentimeter. Sementara jarak dengan rumah warga sangat dekat. Tak itu saja, keberatan warga juga dipicu sikap pemilik projek yang dinilai menipu. Di awal, pemilik tidak memberi penjelasan detail tentang jenis bangunan yang akan dibuat. Sehingga sebagian mereka setuju saja. Sedangkan sebagian warga lain justru mengaku terintimidasi. Sebab beberapa kali, rumah mereka didatangi oknum aparat yang meminta agar mereka setuju dengan rencana pembangunan tersebut. Warga pun akhirnya pasrah.
Beberapa kali protes sudah dilakukan, namun belum mendapat tanggapan. 3 Juli 2016, warga sekitar secara resmi berkirim surat kepada Camat Plered, Asep Gumilar. Isinya berupa pernyataan dan penolakan atas rencana pembangunan tersebut. "Bahwa berkenaan dengan pembangunan tiang pemancar/receiver/reviter/dll yang sedang dilakukan oleh pemilik tanah dibelakang Alfamart. Kami merasa tidak pernah memberikan persetujuan atau ijin dengan menandatangani apa pun," tulis warga. Sedikitnya 12 orang warga ikut menandatangani surat tersebut. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template