Karawang tak Siap Full Day School - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Karawang tak Siap Full Day School

Karawang tak Siap Full Day School

Written By Mang Raka on Rabu, 10 Agustus 2016 | 17.46.00

KARAWANG, RAKA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karawang menilai rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, memberlakukan full day school hanya menjadikan pelajar kelinci percobaan.
"Kalau memang sudah matang secara teknis dan jelas akan diterapkan, maka akan kami dukung. Asal kebijakan ini jangan dijadikan kelinci percobaan," tegas Ketua PGRI Karawang Nandang Mulyana, Selasa (9/8).
Nandang menganggap wacana tersebut perlu dikaji ulang dengan mempertimbangkan berbagai macam aspek, salah satunya melihat perbedaan kultur daerah di Indonesia yang beragam. Menurutnya, tidak semua daerah bisa menerapkan kebijakan tersebut. Ia mencontohkan, pelajar SD di Karawang setelah pulang sekolah diwajibkan mengikuti DTA/TPQ, untuk menambah pengetahuan keagamaan bagi para siswa. "Nanti pembelajaran di DTA/TPQ nya bagaimana kalau full day school jadi diterapkan? Kita kan punya kerjasama dengan Kemenag Karawang," ujarnya.
Selain itu, pemerintah harus melihat aspek kesiapan tenaga pendidik. Di Karawang, jumlah guru honorer jauh lebih banyak dibandingkan jumlah guru PNS. Dilihat dari alur kebijakan tersebut, maka bisa jadi beban jam mengajar guru honorer akan bertambah. "Intinya sebelum kebijakan ini diketok palu, harus ada kajian lagi," ucapnya.  
Kepala UPTD PAUD/SD Kotabaru, H Anang Sutarman mengatakan, wacana itu sangat tidak sesuai dengan kondisi lingkungan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Karawang, khususnya di Kotabaru. "Lebih baik mendukung guru-guru untuk meningkatkan kreatifits di bidang ekskul," ujar Anang kepada Radar Karawang.
Dia menyampaikan, banyak faktor yang harus dipertimbangkan, seperti di Kabupaten Karawang, mayoritas peserta didik setelah pulang dari SD siang harinya sekolah madrasah. Sehingga tidak mungkin program tersebut dijalankan. Apalagi setiap siswa harus memiliki ijazah diniyah saat masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. "Kalau menambah kegiatan dengan diisi ekskul maka akan lebih baik. Apalagi sudah menjadi program ibu Bupati bahwa siswa SD harus bisa jaipong dan silat, sebagai identitas siswa Karawang," ujarnya.
Maka, tambah Anang, sebelum diterapkan kepada siswa kaitan dengan peningkatan pengetahuan, dan keterampilan kebudayaan asli Karawang. Lebih baik ada pelatihan secara intens terhadap guru-guru. Maka, apa yang diprogramkan oleh kepala daerah Karawang bisa terealisasi dengan baik. "Kami di Kotabaru sudah mengarah kesana. Dimana siswa para guru kesenian di tiap SD harus memahami, dan bisa jaipong dan silat. Kemudian mengajarkan kepada para siswanya," ujarnya.
Selain itu, ekskul lainnya seperti olah raga juga terus ditingkatkan, sehingga para siswa memiliki keterampilan yang baik dari segi seni dan olah raga. Belum lagi peningkatan sumber daya guru di bidang manajemen pendidikan. Jadi sebenarnya masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. "Tapi apapun itu, kebijakan pimpinan tentunya tidak bisa ditolak," ujarnya. (zie/dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template