Kades Kuswaedi: Lahan Pasar Cilamaya Belum Bersertifikat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Kuswaedi: Lahan Pasar Cilamaya Belum Bersertifikat

Kades Kuswaedi: Lahan Pasar Cilamaya Belum Bersertifikat

Written By Mang Raka on Rabu, 31 Agustus 2016 | 12.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Lahan atau tanah Pasar Cilamaya seluas 0,96 hektare selama ini masih disebut tanah bebas. Meskipun bangunan dan lapak milik Pemkab Karawang, namun tanah ini belum tersertifikasi sejak lama.
Dikatakan Kades Cilamaya Kuswaedi, Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah melakukan pengukuran pada lahan pasar sebagaimana yang sudah terdata di pemerintah desa yaitu 9,6 ribu meter. Lahan tersebut, kata dia, sesuai dengan yang dimiliki desa karena ada letter C nya. Bukan yang selama ini diklaim sejumlah pihak yang menyebut 2 hektare. Lahan pasar itu kata Kuswaedi, adalah lahan bebas yang akan disertifikasi dan harus dibeli Pemkab yang prosesnya ke Kementrian Keuangan (Kemenkeu) dengan proses yang cukup lama. Maka istilah Pasar Cilamaya adalah pasar pemkab bisa dikatakan benar, namun kepemilikannya hanya sebatas bangunan atau lapak-lapaknya sejak pertama kali dibangun tahun 1983. "Kalau lahan dari dulu juga tanah bebas. Pada tahun 1983 tanah bebas seluas 9,6 ribu meter itu dibangunkan lapak-lapak oleh Pemkab, nah kalau lahannya adalah milik negara," jelas kades.
Lebih jauh kades yang akrab disapa Doyok ini menambahkan selama berdiri puluhan tahun, status pasar Cilamaya dikelola langsung oleh Pemkab melalui Disperindag dan tidak pernah berubah status menjadi pasar desa. Namun, sejak era Bupati Ahmad Dadang, sempat keluar Peraturan Bupati (Perbup) soal Pasar Cilamaya ini, dimana status pasar dikerjasamakan dengan desa, baik dalam hal pengamanan, ketertiban maupun kebersihannya.
Sehingga dengan perlindungan Perbup tersebut keberadaan pasar Cilamaya ada kontribusinya ke desa. Hanya saja, istilah dikerjasamakan itu tidak melepaskan status Pasar Cilamaya sebagai pasar yang dikelola Disperindag. Sayangnya sambung Kuswaedi, setelah habis masa jabatannya dan beralih ke Bupati Dadang S Muchtar, Perbup soal Pasar Cilamaya itu dicabut, sehingga dilimpahkan kembali menjadi pasar Pemkab pada tahun 2009 sampai saat ini. "Dulu Pasar Cilamaya sempat dikerjasamakan dengan desa karena ada payung hukum Perbupnya. Namun sejak era Dasim di tahun 2009, kembali dicabut dan dilimpahkan lagi menjadi pasar yang sepenuhnya dikelola Pemkab," jelas pria ini.
Lebih jauh ia menambahkan, jika hasil pengukuran BPN atas tanah negara seluas 9,6 ribu meter itu sudah ada sertifikatnya dan proses pembelian oleh Pemkab selesai pada negara, maka revitalisasi pasar Cilamaya hanya akan dilakukan diatas lahan tersebut dan tidak meluber kemana-mana. "Kalau sertifikasi selesai dalam artian Pemda sudah membeli lahannya kepada negara, maka revitalisasi itu dimulai," tambah dia lagi.
Kapolsek Cilamaya Kompol Dadang Gunawan mengatakan, paska kebakaran ia harapkan pasar Cilamaya bisa semakin tertata. Ia mendengar, ada dua organisasi pedagang disana yang memiliki tujuan yang sama, mengapa harus terpisah kepentingan. Ia berharap, pengamanan dan kenyamanan pasar lebih tertata baik. Terutama pasukan pengamanan yang terlihat seperti preman dari cara berpakaian. Polsek sambung Dadang, siap memberikan pembinaan kepada tim keamanan pasar. "Kita inginkan keamanan pasar bisa terus membaik dan tertata, bila diperlukan pembinaan kita selalu siap," kata dia menjamin. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template