Juru Kunci Cintawargi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Juru Kunci Cintawargi

Juru Kunci Cintawargi

Written By Mang Raka on Selasa, 16 Agustus 2016 | 13.30.00

ORANG mengenal lokasi ini dengan sebutan Kampung Calingcing atau perkampungan Calingcing,  termasuk dalam wilayah Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru. Saat ini pemerintah setempat sedang gencar gencarnya membangun hutan edukatif disana, ada yang menyebut sebagai ekowisata. Tetapi siapa sangka kalau jauh sebelum itu ternyata disinilah sawah perbukitan pertama yang dibuka dengan nama lokasi Bebera Garung.

Bukti selain keterangan sesepuh masyarakat setempat, keberadaan Bebera Garung inipun diperkuat dengan keterangan Atang (52) tokoh masyarakat Desa Cintawargi,  yang juga juru kunci sejarah masa lalu disana. Masyarakat Karawang Selatan juga mengenal Atang sebagai tokoh yang memiliki kelebihan bisa berkomunikasi dengan para leluhur.
Atang inilah yang membeberkan kondisi jauh sebelum Bebera Garung dijadikan tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan yang kemudian membuka hutan menjadi tegalan dan menanaminya dengan padi, hingga sekarang menjadi area pertanian perbukitan.
Atang menyebut nama Mbah Wira Sejagat ada pula mengenalnya dengan sebutan Mbah Banci Wiratanudatar. Mbah Wira sendiri sebetulnya tidak menyebutkan secara eksplisit lokasinya sawah yang pertama kali dibuka. Sebab menurut dirinya sebelum dirinya juga sudah ada lahan yang dijadikan area persawahan. "Sejarah pangan sudah ada sejak jaman wali. Dan pada saat itu kegiatan pertanian cukup mengandalkan cara sederhana dengan kayu yang ditajamkan. Itupun sudah cukup menjadi alat untuk bercocok tanam," ucapnya.
Sayangnya, Mbah Wira tidak menyebutkan secara jelas angka tahunnya, kecuali saat peristiwa itu berlangsung jaman masih menceritakan perjuangan para wali menyiarkan islam hingga ke wilayah tanah Sunda. Persisnya sekitar abad XV Masehi, Karawang kedatangan ulama besar Syeikh Hasanudin bin Yusup Idhlofi dari Champa yang dikenal dengan sebutan Syeikh Quro. Pada masa itu daerah Karawang sebagian besar masih merupakan hutan belantara dan berawa-rawa. Jaman itu kemudian berlanjut dengan masuknya tentara Kerajaan Mataram, yang membuat benteng-benteng pertahanan sebagai persiapan penyerangan ke Batavia (Jakarta). Banyak lahan-lahan pertanian dibuka, termasuk Bebera Garung, di Kecamatan Tegalwaru. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template