Jembatan Cibadungan Rawan Ambrol - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jembatan Cibadungan Rawan Ambrol

Jembatan Cibadungan Rawan Ambrol

Written By Mang Raka on Rabu, 31 Agustus 2016 | 16.00.00

TEGALWARU, RAKA – Persoalan infrastruktur menjadi topik terpenting pembangunan di suatu wilayah. Terutama mengenai jalan yang merupakan akses mobilisasi perekonomian guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pantauan Radar Karawang dilokasi, Selasa (30/8) jembatan Cibadungan, salah satunya yang berada di Perbatasan Desa Kutalenggeng dan Desa Kutamaneuh dalam kondisinya rusak. Disejumlah titik terlihat berlubang, sehingga masyarakat yang melintas berharap Pemerintah Daerah Karawang bisa memperbaikinya. Selain lubang sedalam hampir 50 cm, pondasi penopang jembatan mengalami pengeroposan akibat gerusan air. Kondisi jembatan itu membuat masyarakat yang melintas harus hati-hati karena bisa saja kendaraan jika beban yang diangkut terlalu berat membuat jembatan ambrol.
Seperti diungkapkan Dasim (40) Warga Kampung Jungkur, Desa Kutalanggeng. Setiap hari dia mengangkut beras untuk dijual ke tengkulak dengan kendaraannya dan melintasi jembatan itu. Perasaannya selalu was-was tiap kali melintasi jembatan itu. Tetapi dia terpaksa melakukan karena hanya jembatan itu satu-satunya jalan untuk keluar dari wilayahnya. "Jembatan Cibadungan ini merupakan akses vital bagi masyarakat, baik yang menuju ke wilayah Kutameneuh maupun sebaliknya," ucapnya.
Padahal, lanjut Dasim, jembatan yang rusak tersebut sudah hampir 10 tahun lamanya. Karena tidak kunjung diperbaiki maka badan jembatan pun mengalami kerusakan hingga akhirnya berlubang. "Saya khawatir jika tidak segera diperbaiki jembatan ini akan ambrol," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Umar (35) warga yang mengaku memiliki sawah persis dibawah jembatan. Dia bahkan pernah menyaksikan pengendara motor terjerembab setelah kendaraannya melindas lubang jembatan. Kondisi si pengendara motor tidak sampai tewas tetapi mengalami luka lumayan parah. Sebelumnya, terang Umar, kondisi badan jalan jembatan tidak mengalami kerusakan. Tetapi karena jembatan itupun menjadi jalur lintas truk-truk bermuatan berat badan jalan mengalami kerusakan. Padahal kalau melihat kondisinya badan jalan bukan untuk dilintasi truk. "“Terlalu beresiko sebetulnya dengan kondisi seperti saat ini jembatan itu masih dilintasi truk-truk bermuatan besar," tandasnya.
Tetapi mau bagaimana lagi, jembatan itu satu-satunya akses yang ada dilintasan Desa Kutalanggeng - Kutamaneuh. "Truk-truk yang melintasi di jembatan itu biasanya mengangkut bambu dan kayu selain batur. Beban angkut itu yang menjadi salah satu penyebab jembatan itu rusak," ucap  Umar.
Sementara, Rivaldi (22) pemuda yang tengah mencoba mengais rejeki menjadi pengatur lalulintas jembatan, Rivaldi (22) mengaku melakukan itu karena terlalu sering menyaksikan korban celaka akibat lubang di badan jembatan. Selain itu, keberadaannya juga untuk menyeimbangkan beban jembatan dan kendaraan yang melintas agar tidak over load, yang bisa mengakibatkan jembatan ambrol. "Kami memberlakukan buka tutup agar kendaraan sejenis mobil tidak masuk ke dalam lubang, selain beban kendaraan tidak berlebihan sehingga membuat kondisi jalan semakin rusak bahkan bisa ambrol," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template